Berjuang Bersama Mencegah Stunting

Dia menambahkan, kecenderungan balita gizi kurang di Pontianak setiap tahunnya menurun.

“Kota Pontianak selalu menjadi barometer provinsi. Wali Kota (Sutarmidji, red) setiap apel (upacara bendera) selalu menyinggung masalah stunting. Wali kota menginginkan tak ada stunting pada akhir jabatannya, walaupun itu tak mungkin,” kata perempuan ini.

Trisnawati mengatakan yang paling mudah dalam upaya mencegah stunting adalah mengintervensi kelompok warga di kelas menengah ke bawah. Selain itu, tidak semua orang miskin anaknya stunting dan belum tentu orang kaya anaknya tidak stunting. Karena memanjakan anak dengan cara yang salah.

“Jika ingin anak tinggi maka harus diintervensi selama dua tahun. Karena kalau telat, pertumbuhan hanya 20 persen. 1.000 hari pertama kehidupan wajib,” kata dia mengingatkan.

Dia mengaku terus memotivasi bahwa sebenarnya bisa bersama-sama mengatasi stunting apalagi kini telah ada klinik gizi buruk yang bisa merawat selama 90 hari dan jika sehat baru dipulangkan.

Stunting memang masalah berat karena sifatnya jangka panjang. Tetapi yang penting itu 1.000 hari pertama kehidupan, sembilan bulan 10 hari ditambah usia dua tahun, kata Trisnawati. (Ant/SU02)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER