close

PLN Perlu Konsisten Gunakan Energi Baru Terbarukan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mendesak pemerintah dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mulai secara konsisten menggunakan energi baru terbarukan (renewabe energy) untuk pembangkit tenaga listrik.

“Program pembangkit listrik 35.000 MW seharusnya lebih banyak dipasok dengan energi baru terbarukan, minimal energi yang lebih bersih seperti gas,” kata Tulus melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat.

Apalagi, fakta di lapangan menunjukkan keandalan jaringan listrik PT PLN masih buruk, meskipun manajemen PT PLN menyatakan sudah tidak ada lagi “zona merah” yang artinya tidak ada wilayah yang mengalami kekurangan pasokan atau krisis tenaga listrik di seluruh Indonesia.

Begitu pula dengan tegangan di rumah konsumen yang seringkali masih naik turun. Tulus mengatakan di wilayah Jakarta saja tegangan masih sering di bawah 200 volt. Padahal, seharusnya tegangan yang standar adalah 220 volt.


“Kalau di Jakarta saja masih di bawah 200 Volt, bagaimana di luar Pulau Jawa?” tanyanya.

Tulus menduga kondisi tersebut karena sumber dana PT PLN banyak tersedot untuk pembiayaan program pembangkit listrik 35.000 MW. Apalagi, program tersebut oleh banyak kalangan dianggap terlalu dipaksakan.

“Karena itu, sudah seharusnya pengunaan energi baru terbarukan mulai dilakukan secara konsisten. Hari ini adalah Peringatan Hari Listrik Nasional ke-72. Sudah 72 tahun, seharusnya pelayanan listrik kepada konsumen jauh lebih baik,” tuturnya. (Ant/SU03)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Di Atas Putin dan Trump, Jokowi Dinobatkan Sebagai Kepala Pemerintahan Terpopuler Dunia

Tingginya popularitas Jokowi yang mengalahkan pemimpin dunia dari berbagai negara lain, menurut gzeromedia sesuatu yang sangat mengesankan. Karena, Jokowi berada di ujung pemerintahannya, jauh setelah efek 'bulan madu" saa ia terpilih lima tahun lalu.

Aa Gym: Yang Licik dan Curang Tak Akan Tenang, Runtuh Martabat Jadi Manusia Hina Dina

Tidak disebutkan dalam twit itu kepada siapa nasehat untuk berbuat adil dan tidak curang tersebut. Juga, tidak dijelaskan peristiwa apakan yang sedang terjadi sehingga ia mengingatkan soal ketidakadilan dan kecurangan.

Diduga Kelelahan, Seorang Anggota KPPS Hulu Sungai Selatan Meninggal Dunia

KANDANGAN, SERUJI.CO.ID - Anggota Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS)...

33 TPS di Banten Menggelar Pemungutan Suara Ulang

LEBAK, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten,...

Sembilan Pelaku Pemalsuan Materai Diserahkan ke Kejaksaan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Polisi melimpahkan sembilan orang dalam kasus...

Tunggu Rekapitulasi Provinsi dan Kabupaten, KPU RI Belum Mulai Rekapitulasi Nasional

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI belum bisa...

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Real Count KPU Sementara: Pertarungan Antar Pulau, Prabowo Unggul di 2 Pulau, Sisanya Jokowi

SERUJI mengelompokkan perolehan suara berdasarkan pulau-pulau yang ada di Indonesia dan pemilihan luar negeri. Ada enam kelompok pulau yang kami susun, yakni Sumatera, Jawa, Bali-Nusra, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku-Papua.

Real Count KPU: Jarak Keunggulan Prabowo Makin Besar dari Jokowi di Sumatera

Keunggulan Prabowo-Sandiaga di pulau Sumatera cukup jauh meninggalkan pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Dari data scan C1 yang sudah masuk di sistem perhitungan (Situng) KPU sebesar 12.542.295 suara, Prabowo-Sandiaga raih sebanyak 7.220.181 suara atau  57,57 persen suara

Berikut Peta Perolehan Suara Sementara Pilpres 2019 di Pulau Jawa

Di pulau Jawa, dengan total DPT Pemilu 2019 sebanyak 110.686.690 pemilih, jumlah suara yang sudah masuk sebanyak 20.852.357 suara (18,84%).

Tentang Korupsi Sektor Publik