Turki, Rusia, Iran Akan Upayakan Stabilitas Bagi Suriah

ANKARA, SERUJI.CO.ID – Turki, Iran dan Rusia pada Rabu (4/4) berjanji akan meningkatkan upaya untuk menciptakan stabilitas bagi Suriah.

Mereka menggaris bawahi komitmen bersama untuk negara itu satu hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meningkatkan kemungkinan untuk menarik pasukan AS.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan ketiga negara itu setelah mereka menyelenggarakan pertemuan puncak para pemimpin di Ibu Kota Turki, Ankara, ketiga negara tersebut bertekad untuk mempercepat upaya-upaya mereka guna memastikan agar ketenangan dapat tercipta di Suriah.

Ketiga negara itu juga menggaris bawahi peran kunci mereka sementara semakin banyak pertanyaan muncul menyangkut keberadaan Washington di Suriah.

Seorang pejabat tinggi AS mengatakan Trump menginginkan agar pasukan AS ditarik dari Suriah.

“Kita tidak melakukan penarikan dengan segera, tapi presiden (Donald Trump) juga tidak mau mendukung komitmen untuk jangka panjang,” kata pejabat tersebut.

AS saat ini menempatkan sekitar 2.000 tentaranya di Suriah Utara dalam misi untuk memerangi sisa-sisa kekuatan IS, kelompok yang pernah menguasai wilayah itu.

Trump mengatakan pada Selasa bahwa sudah saatnya pasukan AS ditarik dari negara itu.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan perkembangan di Suriah menunjukkan bahwa Amerika Serikat telah gagal menggulingkan pemerintahan Suriah di bawah kepemimpinan Presiden Bashar al-Assad.

Militer Suriah dan sekutu-sekutunya dalam beberapa tahun belakangan ini telah memukul mundur para gerilyawan.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER