“Mereka ingin membakar kerawanan supaya dapat mempertahankan kepentingan-kepentingan mereka sendiri tapi mereka tidak berhasil,” kata Rouhani dalam acara jumpa pers setelah ia melakukan pembicaraan dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Namun, Rouhani menambahkan bahwa ia yakin pasukan AS akan mempertahankan keberadaannya di Suriah.
Iran dan Rusia sama-sama merupakan pendukung kuat presiden Suriah sementara Turki justru mendukung para gerilyawan anti-Bashar.
Perbedaan sikap itu terus berlanjut di lapangan kendati ketiga negara tersebut menjalankan kerja sama politik untuk menurunkan kekerasan di Suriah. (Ant/SU03)
