Modernisasi di Sana Dimulai Dengan Pajak Untuk Pria Yang Berjenggot

Catatan Perjalanan Denny JA

SERUJI.CO.ID – Para pria dianjurkan tidak berjenggot. Bagi yang bersikeras tetap berjenggot, mereka dikenakan pajak, sesuai dengan status sosial dan profesi.

Jika mereka pengusaha dan pedagang, besarnya pajak 100 rubles setahun. Jika mereka pegawai pemerintah, pajak untuk tetap berjenggot sebesar 60 rubles setahun. Jika mereka bukan keduanya, dan tinggal di kota, pajak berjenggot 30 rubles per tahun. Namun jika mereka penduduk desa, hanya dikenakan denda sebesar dua setengah koveks setiap kali mereka ke kota.

Yang sudah membayar pajak berjanggut diberikan sebuah token. Kemanapun pergi, token lunas pajak berjanggut itu dibawa. Polisi dikerahkan untuk memeriksa dan menindak.

Ini suasana di Rusia di bawah kekuasaan Peter The Great, di abad ke 17. Di era itu, jenggot menjadi simbol paling nyata dari orientasi hidup yang ortodoks, tidak modern, dipenuhi oleh tata nilai nilai tradisi yang tak sejalan dengan sikap hidup pembangunan.

Sang raja, Peter The Great terobsesi menjadikan Rusia negara terbesar di dunia. Pilihan sudah ditetapkan. Ialah modernisasi segala bidang. Bagi Peter, itu artinya westernisasi: membawa Rusia ke jalan peradaban barat!

Peter sengaja menghabiskan waktu belajar ke dunia barat. Ia menyamar tidak sebagai raja. Betapa ia tercengang. Budaya Barat lebih maju dan lebih superior.

Pulang dari Barat, ia bertekad membaratkan kultur dan segala dimensi Rusia secara sistematis, dan massif. Mulai dari soal administrasi pemerintahan, perdagangan, dunia sosial, bahkan cara berpakaian dan penampakan fisik ia perhatikan.

Hasilnya? Rusia memang tumbuh menjadi negara terbesar di era itu. Peter pun oleh zamannya, dan sejarahwan diberi label “the Great,” besar, akbar! Jadilah ia Peter The Great.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

The SOMAD Power

Anak Mudah Tersinggung dan Hilang Kontrol, Apa Yang Harus Dilakukan Ortu?

Anak saya pelajar, wanita, umur 15 tahun, sudah berjalan 2 bulan, berobat jalan di RJS Lawang, Malang. Tapi dia masih besar ketersinggungan, kesalah pahaman dalam menerima omongan dan perkataan orang lain.

Al Ghazali dan Dendam Anak-Anak Revolusi

Di masa Orde Baru adalah anak-anak yang bapak/ibunya dibunuh atau dipenjarakan Suharto. Di masa ini mereka adalah anak-anak yang bapaknya dipenjarakan Jokowi karena berbeda pandangan politik.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Lima Macam Riba Yang Diharamkam