Sekjen PLO: Negara Palestina di Perbatasan 1967 Satu-Satunya Penyelesaian

RAMALLAH, SERUJI.CO.ID – Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Saeb Erekat pada Ahad (28/1) mengatakan satu-satunya cara untuk mewujudkan perdamaian adalah berdirinya Negara Palestina Merdeka dengan perbatasan 1967.

Ia menekankan Jerusalem Timur adalah Ibu Kota Negara Paletina pada masa depan dan menganggap diakhirinya pendudukan Israel adalah dasar untuk mencapai perdamaian yang menyeluruh, adil dan abadi di wilayah tersebut.

Pernyataan Erekat dikeluarkan setelah penyelenggaraan pertemuan terpisah dengan Wakil Perdamaian PBB untuk Timur Tengah Nikolay Mladenov dan Perdana Menteri Belgia Elio Di Rupo di kantornya di Kota Jericho (Ariha) di Tepi Barat Sungai Jordan, kata satu pernyataan yang dikeluarkan kantor Erekat.

“Keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel hanya akan memperluas lingkaran kerusuhan, kekacauan, ekstremisme dan Pertumpahan Darah, bukan hanya antara Israel dan Palestina, tapi juga di seluruh Wilayah Timur Tengah,” kata Erekat ketika membuat pernyataan langsung dari kantornya, Senin (29/1).

Dalam kesempatan lain, Raja Jordania Abdullah II pada Ahad (28/1) mengatakan, masalah Jerusalem mesti diselesaikan melalui pembicaraan langsung dan sebagai bagian dari penyelesaian langgeng antara Palestina dan Israel, demikian laporan kantor berita resmi Jordania, Petra.

Raja Abdullah mengeluarkan pernyataan itu dalam pertemuan dengan Presiden jerman Frank-Walter Steinmeier di Ibu Kota Jordania, Amman, tempat ia mengatakan penyelesaian mesti menghasilkan berdirinya Negara Palestina Merdeka dengan Jerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya.

Raja Abdullah kembali menyampaikan dukungan Jordania bagi penyelesaian dua-negara sebagai satu-satunya cara mengakhiri konflik tersebut.

Pembahasan juga mencakup kerja sama antara kedua negara di bidang keamanan dan pertahanan. Sehubungan dengan itu, Jordania menyampaikan penghargaan bagi dukungan Jerman yang berlanjut buat kerajaannya.

Pejabat senior Jerman tersebut menekankan dukungan negerinya buat Jordania, yang menampung sangat banyak pengungsi Suriah.

“Jerman mendukung Jordania untuk membantu mengurangi beban negeri itu dan bersedia melanjutkan dukungannya buat Jordania,” ujar Frank-Walter Steinmeier.

Pembicaraan juga mencakup perkembangan di Suriah dan Timur Tengah. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER