KOREA UTARA: Israel “Entitas Mirip Kanker”, AS “Penyulut Api Perang”
Pyongyang tampil sebagai suara paling vokal dan paling keras di antara keempat negara ini. Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengeluarkan pernyataan resmi dengan judul yang sangat provokatif: “Kekuatan agresif yang membawa perang baru ke Timur Tengah tidak akan pernah lolos dari tanggung jawab atas penghancuran perdamaian global.”
Pernyataan itu menggambarkan serangan Israel terhadap Iran sebagai “tindakan terorisme negara yang ilegal” dan “kejahatan terhadap kemanusiaan yang tidak dapat diampuni.”
Israel disebut sebagai “entitas mirip kanker bagi perdamaian di Timur Tengah,” sementara Amerika Serikat dituduh “menyulut api perang.”
Pyongyang juga secara eksplisit memperingatkan AS dan negara-negara Eropa agar berhenti “memfanning flames of war.”
Namun di balik retorika keras itu, para analis di 38 North melihat Korea Utara sebenarnya sedang mengambil pelajaran diam-diam dari konflik ini.
Kim Jong Un, kata Newsweek, kemungkinan besar tengah mengkaji dua hal: pertama, urgensi meningkatkan sistem pertahanan udara Korea Utara yang sudah usang, dan kedua, kebutuhan untuk terus memperkuat kapasitas nuklir dan rudal sebagai satu-satunya deterren nyata.
Konflik Iran justru memperkuat keyakinan Pyongyang bahwa tanpa nuklir yang kuat, tidak ada yang akan melindungi mereka — seperti yang terjadi pada Iran.
