Rakyat Palestina Gelar Protes di Seluruh Tepi Barat-Jalur Gaza

0
111
Demo Palestina
Warga Palestina yang demo menentang kebijakan Trump dihujani tembakan dan gas air mata oleh pasukan keamanan Israel, di Jalur Gaza, 7/12/2017. (Foto: BBC)

GAZA, SERUJI.CO.ID – Rakyat Palestina menggelar protes pada Jumat (8/12) di Tepi Barat Sungai Jordan, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur, sehubungan dengan pengakuan AS baru-baru ini atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Di Tepi Barat, banyak orang berpawai menuju permukiman Yahudi tempat mereka bentrokan dengan tentara Israel.

Tentara melepaskan tembakan dan melemparkan gas air mata ke arah pemrotes, sehingga tak kurang dari 40 orang cedera, kata Bulan Sabit Merah Palestina.

Rakyat Palestina, yang marah, juga menggelar demonstrasi di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha setelah Shalat Jumat.

Di Jalur Gaza, semua masjid menyeru rakyat Palestina agar turun ke jalan untuk memprotes buat Yerusalem, sementara puluhan pemuda bergerak menuju daerah perbatasan antara Jalur Gaza dan Israel.

Presiden AS Donald Trump pada Rabu (6/12) mengumumkan ia mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memutuskan untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pengumuman Trump mengundang kecaman dan penentangan luas dari negara Arab dan Islam.

Pada Kamis, pemimpin Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) Ismail Haniyeh menyeru rakyat Palestina agar melancarkan intifadah di seluruh wilayah Palestina untuk memboikot pengumuman Trump.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga mengutuk dan menolak keputusan AS, dalam pidato yang ditayangkan langsung oleh stasiun Televisi Palestina. Abbas mengatakan pengumuman tersebut takkan memberi keabsahan apa pun buat Israel dalam masalah itu.

“Pengumuman Trump mengenai Yerusalem sebagai ibu kota kesatuan Zionis (Israel) adalah petanda buruk dan ia bermain dengan api,” kata Ahmad Bahar, pemimpin senior HAMAS, selama Shalat Jumat.

“Yerusalem adalah Ibu Kota Palestina, dan juga Ibu Kota Arab dan Muslim. Dengan mengumumkan Yerusalem sebagai ibu kota kesatuan Zionis, ia menggali kuburnya dengan kedua tangannya,” kata Bahar.

Ia menyeru negara Arab dan Islam agar mendukung rakyat Palestina, terutama mereka yang tinggal di Yerusalem dan menghadapi persekongkolan pendudukan.

Ia juga mendesak Liga Arab dan menteri luar negeri Arab agar mengambil tindakan guna mendukung rakyat Palestina.

“Serangan terhadap Yerusalem adalah serangan terhadap Makkan dan Madinah,” tegasnya.

Makkah dan Madinah di Arab Saudi adalah dua kota suci buat umat Muslim. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU