TRIPOLI, SERUJI.CO.ID – Bentrokan terjadi pada Rabu (21/2) antara pasukan pengawal presiden dan pria bersenjata di Kota Kecil Al-Maya, 30 kilometer di sebelah barat Ibu Kota Libya, Tripoli, kata satu sumber keamanan.
“Bentrokan berkecamuk sejak siang hari di Al-Maya, setelah pasukan penangkal khusus menyerbu kubu gerombolan pria bersenjata yang terlibat dalam pembunuhan dan penculikan. Gerombolan tersebut menempati satu bangunan bank komersial, menutupnya dengan todongan senjata dan menggunakannya untuk melancarkan operasinya,” kata seorang pejabat pengawal presiden.
“Setelah pasukan penangkal khusus menangkap sejumlah pria bersenjata dan membunuh yang lain, termasuk pemimpin gerombolan tersebut, ratusan pria bersenjata berdatangan dari daerah yang berdekatan untuk menghapuskan pengepungan terhadap gerombolan itu,” kata pejabat tersebut.
Pejabat itu mengatakan bentrokan berlanjut saat berita ini diturunkan sampai semua pria bersenjata ditangkap.
Ia menyatakan mediasi sosial untuk mendesak pria bersenjata tersebut menyerah tanpa pertempuran telah gagal. Sumber itu tidak menyebutkan jumlah korban tewas akibat bentrokan tersebut.
Pengawal presiden pemerintah dukungan PBB terdiri atas satuan polisi dan militer. Pasukan tersebut dibentuk pada Mei 2016 untuk mengamankan kantor pemerintah dan jalan utama di Tripoli dan sekitarnya, serta jalan raya yang menghubungkan Tripoli dengan kota besar di Libya Barat.
Pasukan penangkal khusus sebelumnya menyiarkan gambar di laman resmi Facebooknya mengenai operasi yang dilancarkan di Al-Maya.
“Satu misi dilancarkan pagi ini dan 11 orang ditangkap setelah bentrokan dengan satu gerombolan yang terlibat dalam penculikan dan perampokan di Daerah Warshaffana. Gerombolan tersebut, yang dipimpin oleh penjahat yang bernama Bohmaira Juweda, menguasai Kantor Cabang Bank Sahara di Al-Maya dengan menggunakan kekuatan,” kata pasukan itu.
Pasukan tersebut mengkonfirmasi bahwa setelah bentrokan terjadi, Juweda tewas dan kebanyakan anggota gerombolan tersebut ditangkap. (Ant/SU03)
