DAMASKUS, SERUJI.CO.ID – Satu komite dibentuk dalam pembicaraan perdamaian Suriah yang diselenggarakan di Sochi, Rusia, Selasa (30/1), dengan tujuan membahas perubahan undang-undang dasar Suriah saat ini.
Komite itu dibentuk oleh 150 tokoh oposisi dan tokoh yang setia kepada pemerintah yang menghadiri Kongres Dialog Nasional Suriah yang diselenggarakan di kota pelancongan Laut Hitam Rusia, demikian laporan stasiun TV Suriah.
Ahmad Al-Kuzbari, seorang anggota Parlemen Suriah dan peserta konferensi di Sochi, mengatakan komite yang dibentuk tersebut akan membahas perubahan undang-undang dasar saat ini, dan bukan merancang undang-undang dasar baru.
“Anggota komite ini akan duduk bersama guna membahas apakah ada poin yang memerlukan pembaruan, perubahan, atau penambahan, dan kemudian mereka akan mengajukan usul itu kepada pimpinan Kongres Sochi,” kata Al-Kuzbari dalam satu taklimat di Sochi.
Al-Kuzbari menyatakan setiap perubahan atau penambahan undang-undang dasar akan menjadi topik referendum di Suriah.
“Tak ada yang akan terjadi kecuali berdasarkan ketentuan dalam undang-undang dasar saat ini, yang mendapat suara rakyat pada 2012,” katanya.
Pembentukan komite itu adalah bagian dari beberapa ketentuan yang terdapat di dalam pernyataan akhir Kongres Dialog Nasional Suriah di Sochi, tempat 1.600 tokoh diundang oleh Moskow sebagai bagian dari upaya Rusia untuk memajukan penyelesaian politik guna mengakhiri konflik tujuh-tahun di Suriah.
Pernyataan akhir tersebut menegaskan penghormatan dan komitmen penuh bagi kedaulatan, kemerdekaan dan keutuhan wilayah Suriah. (Ant/SU03)
