Pemantau HAM: Hilangnya Bantuan Dana Penyebab Anak Pengungsi Suriah Putus Sekolah

0
87
Sekolah anak Suriah di Turki. (Foto: Anadolu)

NEW YORK – Jutaan dolar yang dijanjikan oleh para pemimpin dunia tahun lalu untuk mendanai pendidikan anak-anak pengungsi Suriah ternyata tidak pernah sampai ke tangan para siswa, kata kelompok hak asasi terkemuka pada Kamis (14/9).

Dana yang hilang dari beberapa pendonor besar seperti AS dan Uni Eropa telah menyebabkan sekitar setengah juta anak-anak Suriah tidak dapat melanjutkan sekolah, kata Human Rights Watch (HRW) dalam sebuah laporan.

Para pemimpin dunia membuat janji terinci untuk memberikan sumbangan saat digelarnya pertemuan pada Februari 2016 di London. Pertemuan itu berusaha untuk menggalang kebutuhan kemanusiaan bagi jutaan warga Suriah yang mengungsi akibat perang sipil.

Loading...

Sejak 2011, konflik telah memaksa lebih dari lima juta orang melarikan diri dari Suriah, mereka banyak mencari perlindungan di negara tetangganya seperti Lebanon, Turki dan Yordania.

Dana yang dijanjikan itu mencapai lebih dari 1,4 miliar dolar AS, dimana kelompok bantuan dan lembaga PBB mengatakan bahwa dana tersebut diperlukan untuk mengirim anak-anak Suriah yang putus sekolah kembali mengenyam pendidikan.

Namun HRW mengatakan bahwa pihaknya menemukan perbedaan besar antara jumlah dana yang ditargetkan untuk diberikan pada 2016 dan keterangan laporan dari berbagai pihak penerima.

Pada akhir 2016, pihak berwenang di Lebanon masih menunggu lebih seperempat dari dana bantuan bernilai keseluruhan sebesar 350 juta dolar AS. Dana tersebut dijanjikan untuk membayar upah guru, membeli buku dan merencanakan pendaftaran sekolah bagi anak-anak pengungsi, menurut laporan itu.

Di Yordania, kekurangan dana pada 2016 adalah sekitar seperlima dari 250 juta dolar AS yang dijanjikan, katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU