Pemantau HAM: Hilangnya Bantuan Dana Penyebab Anak Pengungsi Suriah Putus Sekolah

0
32
Sekolah anak Suriah di Turki. (Foto: Anadolu)

NEW YORK – Jutaan dolar yang dijanjikan oleh para pemimpin dunia tahun lalu untuk mendanai pendidikan anak-anak pengungsi Suriah ternyata tidak pernah sampai ke tangan para siswa, kata kelompok hak asasi terkemuka pada Kamis (14/9).

Dana yang hilang dari beberapa pendonor besar seperti AS dan Uni Eropa telah menyebabkan sekitar setengah juta anak-anak Suriah tidak dapat melanjutkan sekolah, kata Human Rights Watch (HRW) dalam sebuah laporan.

Para pemimpin dunia membuat janji terinci untuk memberikan sumbangan saat digelarnya pertemuan pada Februari 2016 di London. Pertemuan itu berusaha untuk menggalang kebutuhan kemanusiaan bagi jutaan warga Suriah yang mengungsi akibat perang sipil.

Sejak 2011, konflik telah memaksa lebih dari lima juta orang melarikan diri dari Suriah, mereka banyak mencari perlindungan di negara tetangganya seperti Lebanon, Turki dan Yordania.

Dana yang dijanjikan itu mencapai lebih dari 1,4 miliar dolar AS, dimana kelompok bantuan dan lembaga PBB mengatakan bahwa dana tersebut diperlukan untuk mengirim anak-anak Suriah yang putus sekolah kembali mengenyam pendidikan.

Namun HRW mengatakan bahwa pihaknya menemukan perbedaan besar antara jumlah dana yang ditargetkan untuk diberikan pada 2016 dan keterangan laporan dari berbagai pihak penerima.

Pada akhir 2016, pihak berwenang di Lebanon masih menunggu lebih seperempat dari dana bantuan bernilai keseluruhan sebesar 350 juta dolar AS. Dana tersebut dijanjikan untuk membayar upah guru, membeli buku dan merencanakan pendaftaran sekolah bagi anak-anak pengungsi, menurut laporan itu.

Di Yordania, kekurangan dana pada 2016 adalah sekitar seperlima dari 250 juta dolar AS yang dijanjikan, katanya.

1
2
BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Soekarwo

Pemerintah Akan Impor Beras, Soekarwo Klaim Stok di Jatim Surplus

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah akan melaksanakan kebijakan impor 500.000 ton beras dari Vietnam dan Thailand untuk memperkuat cadangan beras nasional. Sementar itu, Gubernur Jawa...
Muhammad Arbayanto

Tim Kesehatan Serahkan Hasil Tes Paslon ke KPU Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Tim Kesehatan dari RSUD dr. Soetomo telah menyerahkan berkas hasil tes kesehatan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim kepada Komisioner...

Ketua MK Terbukti Lakukan Pelanggaran Etik

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Dewan Etik Mahkamah Konstitusi menyatakan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat terbukti melakukan pelanggaran ringan kode etik hakim terkait dengan dugaan lobi...
20180115_161307

Antara Setan, LGBT, dan Airmin @_TNIAU

Belakangan, kembali ramai di lini masa kampanye 'halalnya' LGBT. Kali ini tidak tanggung-tanggung. Aan Anshori, aktivis pembela LGBT yang diberi label "kyai" dengan percaya...
images (1)

Mengapa Menjadi Non Muslim

Menjadi muslim adalah tindakan sederhana, cukup berserah diri. Ketika turun ayat, ikuti. Bahkan itulah inti hidup di dunia, tidak yang lain-lainnya. Ayat-ayatNya, berupa tanda dan...
FB_IMG_1516028887948

Pangkalan Bun Darurat LGBT, Nitizen: Aparat Mesti Turun Tangan

Kotawaringin Barat - Ratusan Nitizen mengecam ulah sejumlah pria yang berciuman di taman kota Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah. Pasalnya, sekitar tanggal...