Mikul Dhuwur Mendhem Jero

Pemantau HAM: Hilangnya Bantuan Dana Penyebab Anak Pengungsi Suriah Putus Sekolah

0
24
Sekolah anak Suriah di Turki. (Foto: Anadolu)

NEW YORK – Jutaan dolar yang dijanjikan oleh para pemimpin dunia tahun lalu untuk mendanai pendidikan anak-anak pengungsi Suriah ternyata tidak pernah sampai ke tangan para siswa, kata kelompok hak asasi terkemuka pada Kamis (14/9).

Dana yang hilang dari beberapa pendonor besar seperti AS dan Uni Eropa telah menyebabkan sekitar setengah juta anak-anak Suriah tidak dapat melanjutkan sekolah, kata Human Rights Watch (HRW) dalam sebuah laporan.

Para pemimpin dunia membuat janji terinci untuk memberikan sumbangan saat digelarnya pertemuan pada Februari 2016 di London. Pertemuan itu berusaha untuk menggalang kebutuhan kemanusiaan bagi jutaan warga Suriah yang mengungsi akibat perang sipil.

Sejak 2011, konflik telah memaksa lebih dari lima juta orang melarikan diri dari Suriah, mereka banyak mencari perlindungan di negara tetangganya seperti Lebanon, Turki dan Yordania.

Dana yang dijanjikan itu mencapai lebih dari 1,4 miliar dolar AS, dimana kelompok bantuan dan lembaga PBB mengatakan bahwa dana tersebut diperlukan untuk mengirim anak-anak Suriah yang putus sekolah kembali mengenyam pendidikan.

Namun HRW mengatakan bahwa pihaknya menemukan perbedaan besar antara jumlah dana yang ditargetkan untuk diberikan pada 2016 dan keterangan laporan dari berbagai pihak penerima.

Pada akhir 2016, pihak berwenang di Lebanon masih menunggu lebih seperempat dari dana bantuan bernilai keseluruhan sebesar 350 juta dolar AS. Dana tersebut dijanjikan untuk membayar upah guru, membeli buku dan merencanakan pendaftaran sekolah bagi anak-anak pengungsi, menurut laporan itu.

Di Yordania, kekurangan dana pada 2016 adalah sekitar seperlima dari 250 juta dolar AS yang dijanjikan, katanya.

1
2
BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

pcc

IAI Bantah Penahanan Apoteker Terkait PCC

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) membantah bahwa penahanan apoteker di Kendari, Sulawesi Tenggara, terkait dengan kasus peredaran penyalahgunaan tablet...
Jazuli Juwaini

Politisi PKS: Ulama dan Umat Islam Adalah Penjaga Pancasila dan NKRI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan bahwa ulama dan umat Islam selama ini telah berperan penting...

Risma Target 700 Tanah Pemkot Tersertifikasi Tahun Ini

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menarget sertifikasi 700 tanah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tahun 2017. Dari jumlah itu, 230 sertifikat...
gunung agung

82 Angkot Gratis Siaga Antar Siswa Pengungsi Gunung Agung

KLUNGKUNG, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 82 unit angkutan kota (angkot) yang beroperasi mengantar jemput siswa dan para pengungsi Gunung Agung secara gratis akan disiagakan Pemerintah...
Nobar G30S/PKI

DPW PAN Jatim Gelar Nobar Film G30S/PKI

SURABAYA - DPW PAN Jatim akan menggelar nonton bareng (nobar) film G30S/PKI yang dijadwalkan akan digelar di kantot DPW PAN Jatim, pada tanggal 29...

Dr. Ahmad Sofian, SH, MA

Dr. Ahmad Sofian, SH, MA, pakar hukum pidana yang terlahir di Medan, 29 September 1971 ini merupakan seorang pakar hukum yang mempunyai rasa kemanusiaan...