HRW mengatakan bahwa negara pendonor mungkin telah gagal mengumumkan cara-cara untuk mewujudkan janji mereka agar menjadi sumbangan nyata.
Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa Badan Pembangunan Internasional (USAID), misalnya, melakukan pembayaran hampir seperempat juta dolar kepada Yordania, namun sebagian besar dana tersebut gagal muncul di data pelacakan USAID, menurut laporan itu.
Menanggapi hal tersebut, juru bicara USAID mengatakan bahwa dana senilai hampir 601 juta dolar AS yang dijanjikan di pertemuan London tidak khusus dialokasikan untuk pendidikan dan telah diberikan kepada penerima lainnya yang membutuhkan.
Peneliti HRW mencela Uni Eropa karena bersikap tidak terbuka terhadap dana senilai 776 juta dolar AS yang dijanjikan akan diberikan untuk mendidik pengungsi Suriah di Yordania, Lebanon dan Turki.
Pejabat Uni Eropa di Brussels dan Washington tidak segera bersedia untuk memberikan tanggapan.
Jumlah pendaftaran sekolah anak-anak Suriah meningkat di Yordania, Lebanon dan Turki setelah pertemuan London, kata HRW.
Namun kekurangan dana telah menyebabkan 530.000 anak-anak di tiga negara itu masih mengalami putus sekolah, kata laporan tersebut. (Reuters/Ant/SU02)
