Pemantau HAM: Hilangnya Bantuan Dana Penyebab Anak Pengungsi Suriah Putus Sekolah

HRW mengatakan bahwa negara pendonor mungkin telah gagal mengumumkan cara-cara untuk mewujudkan janji mereka agar menjadi sumbangan nyata.

Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa Badan Pembangunan Internasional (USAID), misalnya, melakukan pembayaran hampir seperempat juta dolar kepada Yordania, namun sebagian besar dana tersebut gagal muncul di data pelacakan USAID, menurut laporan itu.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara USAID mengatakan bahwa dana senilai hampir 601 juta dolar AS yang dijanjikan di pertemuan London tidak khusus dialokasikan untuk pendidikan dan telah diberikan kepada penerima lainnya yang membutuhkan.

Peneliti HRW mencela Uni Eropa karena bersikap tidak terbuka terhadap dana senilai 776 juta dolar AS yang dijanjikan akan diberikan untuk mendidik pengungsi Suriah di Yordania, Lebanon dan Turki.

Pejabat Uni Eropa di Brussels dan Washington tidak segera bersedia untuk memberikan tanggapan.

Jumlah pendaftaran sekolah anak-anak Suriah meningkat di Yordania, Lebanon dan Turki setelah pertemuan London, kata HRW.

Namun kekurangan dana telah menyebabkan 530.000 anak-anak di tiga negara itu masih mengalami putus sekolah, kata laporan tersebut. (Reuters/Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bisa Terima Capres Yang “Ikut” Perayaan Natal, Kenapa Keberatan Jika Hadiah Lomba dari Denny JA?

Karena sifat lomba ini yang sedemikian terbuka, tentu pihak-pihak yang mendukung wacana "NKRI Bersyariah" ini dapat juga menulis pemikirannya dan ikut serta dalam lomba ini. Apalagi jelas-jelas topik yang dilombakan ini adalah MENGUPAS esai yang ditulis Denny JA. Apakah mengupas dalam koteks setuju dengan tesis Denny JA, maupun tidak bersepakat dengannya.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER