Pasca-Pengakuan Yerusalem Ibu Kota Israel, Bentrokan Palestina-Israel Berkobar

0
144
Demonstrasi di Palestina
Demonstran Palestina bentrok dengan pasukan keamanan Israel, mereka menentang kebijakan Donald Trump yang mengakui Yerusalem Ibu kota Israel, 7/12/2017. (Foto: Reuters)

GAZA, SERUJI.CO.ID – Pasca-pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebaga Ibu kota Israel, memicu unjuk rasa pada Kamis (7/12) oleh warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki Israel.

Di kota-kota Tepi Barat, yaitu Hebron dan Al-Bireh, ribuan pengunjuk rasa menggaungkan kata-kata “Yerusalem adalah Ibu kota Negara Palestina”, kata sejumlah saksi mata.

Beberapa warga Palestina melemparkan batu-batu ke arah tentara Israel.

Seorang juru bicara militer mengatakan para tentara menggunakan perlengkapan pembubar huru-hara terhadap ratusan warga pelempar batu.

Sebelas demonstran terkena tembakan senjata dan 20 lainnya terkena peluru karet, kata sumber-sumber medis.

Di Jalur Gaza, puluhan penentang berkumpul di pagar perbatasan dengan Israel dan melempari tentara di seberang mereka dengan batu. Tujuh pengunjuk rasa terluka karena tembakan, salah satunya berada dalam kondisi kritis, kata Kementerian Kesehatan.

Empat orang mengalami luka akibat tembakan di Tepi Barat dan 20 lainnya terkena peluru karet, kata sejumlah pejabat kesehatan.

Pihak berwenang Palestina mengimbau agar aksi massal digelar untuk menentang pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (6/12) soal pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Israel menganggap Yerusalem sebagai ibu kotanya yang abadi dan tak terbagi sementara Palestina telah berencana untuk menjadikan bagian timur kota itu sebagai ibu kota negaranya kelak. Wilayah itu dicaplok Israel dalam perang Timur Tengah 1967, tindakan yang tidak diterima oleh masyarakat internasional.

Para anggota kelompok-kelompok bersenjata, termasuk dari faksi asal Presiden Palestina Mahmoud Abbas, muncul pada konferensi pers di Gaza. Mereka tampil dengan menggunakan penutup muka dan menyerukan agar pertahanan bersenjata di Tepi Barat dilanjutkan.

Abbas berkunjung ke ibu kota Jordania, Amman, untuk bertemu dengan Raja Abdullah. Dalam pertemuan itu, Abbas memaparkan perkembangan terakhir, kata kantor berita Wafa. (Ant/SU02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU