Palestina Inginkan Proses Perdamaian Serius

0
49
Mohammed Shtayyeh, politikus Palestina (foto: istimewa)

RAMALLAH, SERUJI.CO.ID –¬†Sebagai reaksi atas pernyataan Donald Trump bahwa Palestina “tidak tertarik” pada proses perdamaian, seorang pejabat senior Palestina pada Senin (12/2) mengatakan Palestina sangat tertarik pada proses perdamaian yang sungguh-sungguh di Timur Tengah.

“Palestina menginginkan proses perdamaian yang serius yang mengakhiri pendudukan militer Israel dan mengembalikan mereka hak sah mereka,” kata Mohammed Shtayyeh, anggota Komite Sentral Partai Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Fatah, dan mantan perunding perdamaian dengan Israel.

“Palestina bersedia ketika ada keseriusan dalam proses politik yang memiliki pilihan yang jelas dengan dasar keabsahan internasional dan hukum internasional, dan dengan penengah yang jujur serta keterlibatan internasional,”¬†lanjutnya dalam satu wawancara di kantornya di Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan.

Ishtayeh menekankan keadaan yang tak pernah diterima oleh Palestina ialah pergi ke proses perdamaian yang menjadi jembatan bagi Israel untuk menyalurkan dan mendiktekan proyek perluasan permukimannya dan melanjutkan pendudukan militernya atas tanah Palestina.

“Kami telah berulang kali berusaha selama bertahun-tahun belakangan jalur yang ditaja AS dalam perundingan perdamaian bilateral, dan setiap kali, pembicaraan ini gagal. Masalahnya selalu tak ada penengah yang adil dan tak ada mitra perdamaian Israel yang sejati,” kata Shtayyeh.

Ia menyatakan Pemerintah Israel saat ini di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bukan mitra dalam jalur perdamaian politik, sebab itu adalah pemerintah pemukim yang tak ingin mengakhiri pendudukan militer atas wilayah Palestina.

Ishtayeh mengomentari pernyataan yang dikeluarkan Presiden AS Donald Trump dalam satu wawancara yang disiarkan di harian Israel, Israel Hayom. Trump menuduh Palestina bahwa saat ini mereka tak memiliki keinginan dan minat untuk mewujudkan perdamaian.

“Kami menunggu untuk melihat apa yang akan terjadi untuk mengajukan gagasan perdamaian kami, tapi saya masih tak melihat Palestina benar-benar berusaha untuk mewujudkan perdamaian,” kata Trump dalam wawancara dengan harian Israel tersebut.

Ditambahkannya, ia tidak yakin bahwa Israel bertekad untuk mencapai perdamaian, dan kedua pihak mesti membuat konsesi.

“Pemimpin Palestina secara positif telah menanggapi semua seruan AS dan internasional selama beberapa tahun belakangan dengan harapan menemukan jalur politik yang sungguh-sungguh,” kata Shtayyeh.

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU