JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengajak pasukan angkatan laut Kontingen Garuda di “United Nations Interim Force in Lebanon”, atau disingkat UNIFIL untuk terus berkontribusi menjaga perdamaian dunia.
Ajakan itu disampaikan Menlu RI saat melakukan kunjungan kerja ke Lebanon dan menemui 100 personel angkatan laut kontingen Garuda yang memperkuat pasukan maritim UNIFIL, seperti disampaikan dalam keterangan pers dari Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Senin (26/2).
Dalam kunjungan kerja ke Lebanon, Menlu RI disambut jajar kehormatan Angkatan Laut Kontingen Garuda di KRI Usman Harun di Port of Beirut pada Ahad (25/2).
Pada kesempatan itu, Menlu RI menyampaikan rasa bangga dan penghargaan atas kontribusi dan professionalitas angkatan laut Indonesia dalam berkontribusi kepada perdamaian dunia.
“Saya sampaikan apresiasi kepada pasukan perdamaian Garuda yang menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia,” ujar Menlu RI kepada personel angkatan laut kontigen Garuda di Port Beirut, Lebanon.
Indonesia memiliki sejarah panjang dalam berkontribusi bagi perdamaian dunia. Kontingen Garuda telah berkontribusi menjaga perdamaian di Sinai sejak 1957 atau hanya satu dekade setelah Kemerdekaan Indonesia.
Pengiriman kontingen Garuda menunjukkan kepada dunia mengenai komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia yang berksinambungan.
Kontribusi yang berkesinambungan dan rekam jejak itu membuat Indonesia layak mengajukan diri menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020.
“Dunia akan dapat melihat rekam jejak komitmen dan kontribusi Indonesia untuk perdamaian dunia. Kami peduli tentang perdamaian dunia, kami peduli tentang masalah kemanusiaan,” tutur Menlu Retno.
Kontingen Garuda saat ini telah menjadi tulang punggung operasi maritim UNIFIL. Dari 15 negara yang ikut dalam operasi maritim UNIFIL, hanya Indonesia bersama lima negara lainnya yang berkontribusi kapal dan pasukan.
