Hisbullah Siap Bantu Pemulangan Pengungsi Suriah

BEIRUT, SERUJI.CO.ID –  Hisbullah akan bekerja sama dengan negara Suriah serta badan Keamanan Umum Lebanon untuk membantu pemulangan para pengungsi Suriah yang ingin kembali ke negara mereka, kata pemimpinnya, Jumat (29/6).

Sayyed Hassan Nasrallah, yang pasukannya berperang bersama Damaskus, juga mengatakan kemenangan sangat besar akan tiba di Suriah selatan. Di wilayah itu, serangan tentara terhadap pemberontak telah membuat keberhasilan.

Sementara pasukan pemerintah Suriah dan sekutu-sekutunya telah mengambil alih lebih banyak wilayah, para pejabat Lebanon meningkatkan seruan kepada para pengungsi untuk kembali ke daerah-daerah Suriah, tempat kekerasan telah berhenti.

Dalam pidato di televisi, Nasrallah mengatakan Hisbullah telah membuat mekanisme untuk memulangkan pengungsi Suriah dalam jumlah besar, yang ingin kembali ke rumah-rumah mereka secara aman dan sukarela.

Sejumlah pejabat Perserikatan Bangsa-bangsa dan negara asing pemberi bantuan untuk Lebanon mengatakan belum aman bagi para pengungsi untuk kembali ke Suriah. Di negara itu, kesepakatan politik untuk mengakhiri perang banyak pihak masih sulit tercapai.

Perang selama tujuh tahun itu telah membuat 11 juta warga Suriah meninggalkan rumah-rumah mereka termasuk lebih dari satu juta di antara mereka yang pergi ke Lebanon, hampir seperempat dari jumlah penduduk negara itu, kata badan urusan pengungsi PBB, UNHCR. Pemerintah menyebut jumlah tersebut sebanyak 1,5 juta.

Menteri Luar Negeri Lebanon Gebran Bassil, yang partai FPM tempatnya berasal merupakan sekutu politik Hisbullah, telah mendorong lebih banyak pengungsi agar kembali. Bulan ini, ia juga menuduh UNHCR mencegah para pengungsi Suriah untuk pulang.

UNHCR membantah tuduhan itu dengan mengatakan bahwa pihaknya mendukung pemulangan yang aman dan menghormati keputusan setiap orang untuk pulang.

Perdana menteri yang ditetapkan dan menentang pemerintah Suriah, Saad al-Hariri, mengatakan Lebanon tidak setuju soal pemulangan pengungsi yang dipaksakan. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER