Cuaca Buruk di Afghanistan Sangat Fatal

KABUL – Cuaca buruk melanda Afghanistan beberapa hari terakhir. Omar Mohammadi, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Afghanistan, Selasa (21/2), mengatakan, “Setidaknya 239 orang tewas dan 214 terluka dalam dua bulan terakhir akibat salju tebal dan hujan deras di 22 provinsi.”

Salju dan tanah berubah menjadi lumpur di perbukitan gundul pinggiran Kabul. (image: courtesy to @EverydayAsia)

Ia juga mengungkapkan, badai tiga hari terakhir menewaskan 50 orang, termasuk 11 orang tewas dalam insiden terpisah akibat atap runtuh tertimpa hujan deras di provinsi Kabul. Sebanyak 25 gembala hilang dalam badai salju, dan 44 terluka dalam kecelakaan terkait cuaca buruk. Lebih dari 520 rumah hancur dan sekitar 420 rusak.

Cuaca buruk juga memaksa Menteri Pertahanan AS Jim Mattis, pada hari Minggu, mengatakan batal berkunjung ke Afghanistan.

Di tengah perang saudara yang membuat ratusan ribu orang terusir dari tempat tinggal, PBB memperkirakan lebih dari 9 juta warga Afghanistan membutuhkan bantuan kemanusiaan. Dalam cuaca buruk, kebutuhan utama berupa makanan dasar dan perumahan.

EDITOR: Omar Ballaz

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Prabowo Subianto, “What Is To Be Done”: Catatan atas Pidato Prabowo

Pidato Prabowo Subianto menggelegar di bumi nusantara kemarin malam. Jutaan atau puluhan juta menyaksikan pidato visi-misi tersebut. Dari sisi pidato, Prabowo luar biasa, mampu sebagai "singa podium", yang menjelaskan pikiran-pikirannya seolah berinteraksi dengan suasana audiens dan seolah tanpa teks.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.