3 Tahun Perang Yaman Buat Rakyat Frustrasi

Banyak keluarga miskin menyelamatkan diri dari daerah yang dilanda perang ke provinsi yang dikuasai pemerintah dan tak menerima cukup dukungan kemanusiaan dari berbagai organisasi, kata seorang pejabat kemanusiaan yang tak ingin disebutkan jatidirinya.

“Kebanyakan rakyat Yaman melewati kondisi kemanusiaan yang berat dan satu-satunya penyelesaian bagi bencana ini ialah diakhirinya perang. Bantuan kemanusiaan tidak cukup,” kata pejabat itu.

Setelah tiga tahun konflik dan penghancuran, banyak pengamat mengatakan kelompok yang bertikai di Yaman masih berkeras mengenai penyelesaian krisis di negeri tersebut dengan menggunakan kekuatan, tanpa penyelesaian politik yang membayang.

Negara Arab yang miskin tersebut telah dicengkeram perang saudara selama tiga tahun setelah gerilyawan Syiah yang didukung Yaman menguasai sebagian besar wilayah secara militer dan merebut semua provinsi Yaman Utara termasuk Ibu Kota Yaman, Sana’a, pada penghujung 2014.

Arab Saudi telah memimpin koalisi militer Arab sejak Maret 2015 untuk mendukung Pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, setelah gerilyawan Al-Houthi memaksa dia hidup di pengasingan.

Perang di Yaman telah menewaskan lebih dari 10.000 warga, separuh dari mereka warga sipil, dan membuat lebih dari tiga juta orang lagi mengungsi, kata lembaga kemanusiaan PBB.

Perang yang berkecamuk telah membentur kebuntuan, menciptakan krisis kemanusiaan terbesar di dunia dan mendorong negeri tersebut ke ambang kelaparan, sementara sebanyak 385.000 anak menderita gizi buruk akut, sehingga mereka terancam kolera dan diare berair akut, kata badan PBB. (Ant/SU03)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER