RI Dalami Keterlibatan Siti dalam Pembunuhan Kakak Pemimpin Korut

0
173
Siti Aisyah
Paspor Siti Aisyah yang kini diamankan otoritas Malaysia.

JAKARTA – Pemerintah Indonesia tengah mendalami keterlibatan seorang wanita yang ditangkap pemerintah Malaysia. Wanita tersebut diduga sebagai pembunuh kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un, yakni Kim Jong-Nam.

“Dalam waktu segera menteri luar negeri pasti akan mendalami persoalan ini. Apakah betul bahwa yang bersangkutan adalah warga Indonesia berpaspor Indonesia, karena diduga wanita (itu) bersama dengan (wanita) Vietnam,” ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung kepada media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/2).

Meski demikian, kata Pramono, hingga hari ini belum ada kepastian apakah wanita tersebut WNI atau bukan. Pramono juga mengatakan, jika memang wanita tersebut adalah WNI, pemerintah Indonesia akan mendalami lebih lanjut kasus tersebut.

“Tentunya, kalau memang pasti itu warga kita, akan melakukan pendalaman lebih lanjut. Tujuannya apa dan kemudian kenapa melakukan itu. Karena ini sudah jadi berita internasional,” jelas Pramono.

Siti Aishah, begitulah media massa luar negeri mengabarkan nama wanita Indonesia yang dimaksud. Di Indonesia, tersiar kabar soal paspor Siti Aisyah. Identitasnya sama, yakni kelahiran Serang, Banten, 11 Februari 1992.

Berdasarkan salinan paspor, nama yang tercantum adalah Siti Aisyah. Nomor paspornya adalah A 9601796. Paspor ini diterbitkan Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Siti terlihat berambut panjang dalam foto paspor ini. Tempat lahir Siti yang tercantum di paspor ini adalah Serang.

Siti diduga bersama seorang wanita berpaspor Myanmar menghabisi nyawa Jong-nam. Awalnya Jong-nam berada di Bandara Internasional Kuala Lumpur karena hendak ke Makau. Namun dia merasa disekap dari belakang. Kemudian dia merasa pusing dan dibawa ke klinik Bandara, namun nyawanya melayang saat dalam perjalanan ke Rumah Sakit Putrajaya.

Media Korea Selatan, TV Chosun, menyebut Jog-nam diracuni dengan jarum suntik oleh dua wanita. Pada 15 Februari, seorang perempuan berpaspor Myanmar ditangkap di bandara itu. Perempuan kedua ditangkap pada 16 Februari pukul 02.00 waktu setempat. Usut punya usut, perempuan kedua ini berpaspor Indonesia atas nama Siti Aisyah asal Serang, Banten, lahir 11 Februari 1992.

EDITOR: Rizky

 

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Sri Untari

Jadi Cawagub Khofifah, PDIP Akan Pecat Emil Dardak Sebagai Kader

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - PDI Perjuangan akan memecat dengan mencabut kartu tanda anggota (KTA) Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak sebagai kader partai. Hal ini dilakukan...

Tentukan Nasib Novanto, Inilah Keputusan Rapat Pleno Partai Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Pleno Partai Golkar baru saja berakhir. Rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghasilkan beberapa keputusan. Antara lain, Rapat Pleno ‎memutuskan...
sawah tercemar

Diberi Dana Tali Asih, Petani Tetap Tuntut PT Mitrabara Bayar Ganti Rugi Yang Sesuai

MALINAU, SERUJI.CO.ID - PT Bara Dinamika Muda Sukses (BDMS) menyerahkan dana tali asih sebesar Rp500 juta kepada petani sebagai bentuk ucapan permohonan maaf atas tercemarnya...

KANAL WARGA TERBARU

skripsi

Ingin Tulisan “WARGA SERUJI” Dibaca Banyak Pengunjung? Cobalah Trik Ini

SERUJI.CO.ID - Untuk menghasilkan tulisan yang enak dibaca dan membuat pembaca selalu menanti tulisan-tulisan anda di kanal "WARGA SERUJI", saya coba berikan sedikit petunjuk...
follow-leader

Menjadi Seorang Pemimpin

Seorang leader/pemimpin harus memiliki jiwa melayani. Pemimpin yang baik berasal dari pengikut yang baik. Cara menjadi pengikut yang baik adalah dengan mendengar, menjadi seorang...

KAPAN PEMIMPIN HARUS DIPATUHI ?

Luthfi Bashori Suatu saat Rasulullah SAW mengirim satu pasukan dan mengangkat seorang Anshar sebagai pemimpin, serta memerintahkan agar seluruh pasukan mematuhi pemimpinnya. Di tengah jalan, tiba-tiba...