Presiden Xi Berjanji Pimpin ‘Tata Dunia Baru’

160
Presiden Xi Jinping dan Presiden Tsakhiagiin Elbegdorj bersiap memanah dalam acara tradisional di Mongolia, 22 Agustus 2014. (image: courtesy to xijinpingoffice)

BEIJING – Untuk pertama kalinya, Presiden Xi Jinping mengeluarkan sumpah bahwa Cina harus memimpin dalam membentuk ‘tatanan dunia baru’ dan menjaga keamanan internasional. Diberitakan Quartz edisi Rabu (23/2), ini menjadi langkah terbaru menempatkan dia secara kontras dengan kebijakan Donald Trump Presiden Amerika Serikat.

Xi beberapa kali menyerukan Cina memainkan peran penting dalam membangun tatanan dunia baru. Tapi dalam seminar keamanan nasional 17 Februari di Beijing, ia menunjukkan Cina harus ‘memimpin’ masyarakat internasional dalam upaya itu.

Komentar itu segera disebakan media yang dikendalikan negara. Berbagai media berita menyebut pendekatan baru Xi itu sebagai ‘Dua Panduan’ (两个 引导). Kata ‘dua’ mengacu pada ‘tatanan dunia baru’ dan ‘keamanan internasional’.

“Tren keseluruhan dunia tentang multi-polarisasi, globalisasi ekonomi, dan demokratisasi hubungan internasional tetap tidak berubah. Kita harus memandu masyarakat internasional untuk bersama-sama membangun tatanan dunia baru yang lebih adil dan masuk akal,” begitu ucapan Xi yang diparafrasekan kantor berita resmi Xinhua. “Kita harus memandu masyarakat internasional untuk bersama-sama menjaga keamanan internasional.”

Proposal baru Xi ini bertepatan dengan Konferensi Keamanan Munich tahunan dan pertemuan tingkat menteri keuangan G20. Komentar di Xinhua menyebut, tatanan dunia yang didominasi Barat segera berakhir karena negara-negara Barat menunjukkan kurangnya kemauan dan kemampuan untuk turun tangan dalam urusan global. Salah satu buktinya adalah politik luar negeri ‘America First’ dari Presiden Trump yang sangat isolasionis.

Xi menghadiri seminar sebagai kepala Komisi Keamanan Nasional, suatu organ rahasia partai yang didirikan 2014. Hingga pekan lalu, lembaga ini baru kali ini dipublikasikan mengadakan pertemuan besar. Seminar itu muncul menjelang kongres ke-19 Partai Komunis Cina. Biasanya, ada reshuffle kepemimpinan pada musim gugur.

Simak: Waksekjen MUI Pertanyakan Mengapa Sebut China Dilarang

Sejak kemenangan Trump dalam pemilu di Amerika Serikat, Cina muncul sebagai pendukung terkuat globalisasi. Dalam beberapa bulan terakhir, Xi sibuk mengirim pesan pada dunia –yang merupakan kebalikan dari tindakan Trump.

Saat Trump akan mengoyak Trans-Pacific Partnership, Xi disebut-sebut justru mengembangkan alternatif yakni Kemitraan Ekonomik Konperhensif Regional, termasuk saat KTT APEC November lalu. Saat Trump mengancam akan menutup perbatasan dan menjauh dari urusan global, Xi menegur Trump (tanpa menyebutkan nama) dalam keynote speech di Forum Ekonomi Dunia 2017 pada Januari. Saat Trump mengekang imigrasi, Xi justru untuk memudahkan orang asing mendapatkan kartu hijau ke Cina.

EDITOR: Omar Ballaz

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama