Presiden Xi Berjanji Pimpin ‘Tata Dunia Baru’

BEIJING – Untuk pertama kalinya, Presiden Xi Jinping mengeluarkan sumpah bahwa Cina harus memimpin dalam membentuk ‘tatanan dunia baru’ dan menjaga keamanan internasional. Diberitakan Quartz edisi Rabu (23/2), ini menjadi langkah terbaru menempatkan dia secara kontras dengan kebijakan Donald Trump Presiden Amerika Serikat.

Xi beberapa kali menyerukan Cina memainkan peran penting dalam membangun tatanan dunia baru. Tapi dalam seminar keamanan nasional 17 Februari di Beijing, ia menunjukkan Cina harus ‘memimpin’ masyarakat internasional dalam upaya itu.

Komentar itu segera disebakan media yang dikendalikan negara. Berbagai media berita menyebut pendekatan baru Xi itu sebagai ‘Dua Panduan’ (两个 引导). Kata ‘dua’ mengacu pada ‘tatanan dunia baru’ dan ‘keamanan internasional’.

“Tren keseluruhan dunia tentang multi-polarisasi, globalisasi ekonomi, dan demokratisasi hubungan internasional tetap tidak berubah. Kita harus memandu masyarakat internasional untuk bersama-sama membangun tatanan dunia baru yang lebih adil dan masuk akal,” begitu ucapan Xi yang diparafrasekan kantor berita resmi Xinhua. “Kita harus memandu masyarakat internasional untuk bersama-sama menjaga keamanan internasional.”

Proposal baru Xi ini bertepatan dengan Konferensi Keamanan Munich tahunan dan pertemuan tingkat menteri keuangan G20. Komentar di Xinhua menyebut, tatanan dunia yang didominasi Barat segera berakhir karena negara-negara Barat menunjukkan kurangnya kemauan dan kemampuan untuk turun tangan dalam urusan global. Salah satu buktinya adalah politik luar negeri ‘America First’ dari Presiden Trump yang sangat isolasionis.

Xi menghadiri seminar sebagai kepala Komisi Keamanan Nasional, suatu organ rahasia partai yang didirikan 2014. Hingga pekan lalu, lembaga ini baru kali ini dipublikasikan mengadakan pertemuan besar. Seminar itu muncul menjelang kongres ke-19 Partai Komunis Cina. Biasanya, ada reshuffle kepemimpinan pada musim gugur.

Simak: Waksekjen MUI Pertanyakan Mengapa Sebut China Dilarang

Sejak kemenangan Trump dalam pemilu di Amerika Serikat, Cina muncul sebagai pendukung terkuat globalisasi. Dalam beberapa bulan terakhir, Xi sibuk mengirim pesan pada dunia –yang merupakan kebalikan dari tindakan Trump.

Saat Trump akan mengoyak Trans-Pacific Partnership, Xi disebut-sebut justru mengembangkan alternatif yakni Kemitraan Ekonomik Konperhensif Regional, termasuk saat KTT APEC November lalu. Saat Trump mengancam akan menutup perbatasan dan menjauh dari urusan global, Xi menegur Trump (tanpa menyebutkan nama) dalam keynote speech di Forum Ekonomi Dunia 2017 pada Januari. Saat Trump mengekang imigrasi, Xi justru untuk memudahkan orang asing mendapatkan kartu hijau ke Cina.

EDITOR: Omar Ballaz

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Zero Black Out, Mampukah PLN?

Black out tidak disebut secara eksplisit. Hanya menjadi bagian jabaran risiko produksi/operasi yaitu kerusakan peralatan. Inilah  masalah pokoknya. Sesuatu yang berakibat fatal tidak diidentifikasi secara cukup dalam dokumen rencana stratejik jangka panjang PLN.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.