Tahun 2020, 13 Kota di Dunia Alami Kenaikan Suhu

0
57
Kenaikan suhu (ilustrasi)

KANADA, SERUJI.CO.ID  – Tahun 2020 tiga belas kota di seluruh dunia diproyeksikan mengalami kenaikan suhu yang bisa melebihi dua derajat celsius pada dasawarsa berikutnya, menurut sebuah laporan baru.

Ibu kota Rusia, Moskow, menghadapi peningkatan potensi tertinggi di antara lebih dari 100 kota yang masuk dalam laporan yang dibuat selama beberapa tahun oleh Jaringan Penelitian Perubahan Iklim Urban yang berbasis di Columbia University.

“Semuanya mengkhawatirkan,” ujar William Solecki, salah satu editor penelitian tersebut Selasa (6/3) di sebuah pertemuan iklim yang didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kota-kota yang akan mengalami kenaikan suhu paling curam selama tahun 2020 antara lain Helsinki di Finlandia (2,5 derajad celsius), Ottawa di Kanada (2,3 derajad celsius) dan Trondheim di Norwegia (2,3 derajad celsius), penelitian tersebut menunjukkan.

Semua prediksi termasuk untuk batas bawah. Misalnya, suhu di Moskow bisa meningkat sedikitnya 1,1 derajad celsius.

Data baru tersebut memberikan pengetahuan dasar bagi kota-kota yang berada di garis depan dalam upaya untuk mengendalikan dampak pemanasan global, kata Cynthia Rosenzweig, editor laporan dan peneliti Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Temuan baru tersebut muncul di rancangan laporan PBB yang telah menyebabkan kewaspadaan dengan proyeksi bahwa kenaikan suhu global melampaui target 1,5 derajat celsius yang disertakan dalam pakta Paris untuk mengurangi pemanasan global.

Selain itu, para ahli mengatakan bahwa badai, banjir dan kejadian cuaca ekstrem lainnya yang terkait dengan perubahan iklim dapat terjadi di kota-kota dengan dampak yang melebihi perkiraan para ilmuwan.

“Bagaimana kota-kota tahu agar mereka harus mengembangkan rencana ketahanan mereka, kecuali jika mereka tahu proyeksi suhu, bagaimana iklim seharusnya berubah di kota mereka?” kata Rosenzweig saat konferensi pers.

Hasil penelitian yang beragam menawarkan sebuah pengingat bahwa kota perlu mengembangkan rencana yang disesuaikan untuk mengurangi dampak perubahan iklim, kata Solecki, seorang profesor di Hunter College di New York.

Perencanaan sangat penting mengingat adanya tekanan dari urbanisasi, katanya.

Sekitar setengah populasi dunia tinggal di daerah perkotaan, dan angka tersebut diperkirakan mencapai 66 persen pada tahun 2050, menurut PBB.

Laporan baru ini diluncurkan di kota Edmonton, Kanada barat, di sela-sela puncak pertemuan global di mana para peneliti dan perencana kota membuat peta jalan bagi kota-kota untuk melawan dampak perubahan iklim. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

RUU Antiterorisme Atur Ancaman Teroris Libatkan Anak

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang tentang perubahan UU nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Dave Laksono mengakui ada pasal...

Persebaya Alami Krisis Lini Belakang

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kesebelasan Persebaya Surabaya mengalami krisis lini belakang saat menghadapi pertandingan "Derby Suramadu" melawan Madura United dalam laga pekan ke-10 Liga 1...
jokowi, joko widodo

RUU Terorisme Disahkan, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

KUNINGAN, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi memberikan tanggapan terkait Peraturan Presiden (Perpres) setelah disahkannya Revisi Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang. "Perpres akan membahas teknis, hanya...

Pansus: Pemerintah Keluarkan PP Usai RUU Terorisme Disahkan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Panitia Khusus revisi UU nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Muhammad Syafi'i meminta pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah...

DPR Setujui RUU Terorisme Jadi UU

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Paripurna DPR pada Jumat (25/5) pagi menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas UU nomor 15 tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah...