Pengadilan AS Perintahkan Trump Aktifkan Kembali Program Perlindungan Imigran Muda

NEW YORK, SERUJI.CO.ID – Hakim federal Amerika Serikat pada Jumat (3/8) waktu setempat, memutuskan pemerintahan Presiden Donald Trump harus mengembalikan secara penuh program DACA, termasuk dengan menerima permohonan baru untuk program tersebut.

DACA adalah program melindungi imigran anak muda, yang dibawa ke Amerika Serikat secara gelap ketika mereka masih kecil, dari pemulangan.

Hakim Distrik A.S. John Bates di Washington, D.C., mengatakan akan tetap memegang putusannya pada Jumat. Namun, ia akan memberi waktu hingga 23 Agustus bagi pemerintah untuk menentukan apakah mereka akan mengajukan banding.

Bates pertama kali mengeluarkan putusan seperti itu pada April. Pada saat itu, ia memerintahkan pemerintah federal melanjutkan program DACA (Deferred Action for Childhood Arrivals), termasuk menerima permohonan. Bates tetap berada dalam keputusannya itu selama 90 hari guna memberi waktu kepada pemerintah untuk memberikan penjelasan lebih baik soal mengapa program DACA harus diakhiri.

Pada Jumat, Bates mengatakan ia tidak akan mengubah putusan sebelumnya karena alasan-alasan yang dipakai pemerintahan Presiden Donald Trump tidak menghiraukan kekhawatirannya.

Bates adalah hakim yang ditunjuk mantan Presiden George W. Bush, tokoh Partai Republik.

Di bawah DACA, sekitar 700.000 pemuda dan pemudi, yang kerap disebut sebagai “Pemimpi”, dilindungi dari pendeportasian. Mereka juga diberi izin untuk bekerja selama periode dua tahun. Setelah itu, mereka harus mengajukan permohonan lagi untuk dimasukkan dalam program.

Program tersebut dibentuk pada 2012 pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Barack Obama, tokoh Demokrat.

Dua pengadilan federal lainnya di California dan New York telah memerintahkan agar DACA tetap dijalankan sementara perkara pengadilan terkait penentangan keputusan Trump untuk mengakhiri program itu berlanjut.

Tuntutan hukum lain yang diajukan di pengadilan federal Texas berupaya agar DACA dihentikan.

Juru bicara Departemen Kehakiman, Jumat, mengatakan pemerintah akan tetap membela sikapnya bahwa pemerintah “bertindak sesuai kerangka wewenangnya dalam menentukan untuk menurunkan DACA secara tertib”.

Sejauh ini, Kongres belum berhasil menggolkan perundang-undangan untuk mengurus nasib “Pemimpi”, termasuk kemungkinan pembukaan kesempatan mendapatkan kewarganegaraan bagi mereka, demikian Reuters. (SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER