Pawai Anti Syariah Islam Terbesar Digelar di Amerika Serikat

0
209
  • 26
    Shares
islamofobia
Peserta pawai anti-Islam di New York, Amerika Serikat, pada Sabtu, 10/6/2017. (Foto: Craig Ruttle/AP)

NEW YORK – Setelah lebih dari seribu warga Amerika Serikat melakukan pawai untuk mendukung Muslim di New York beberapa bulan lalu, kini grup Pawai Nasional Anti Syariah melakukan kampanye sebaliknya.

Pawai nasional anti syariah Islam terbesar digelar di 28 kota di seluruh Amerika Serikat seperti New York, Chicago, Boston, Denver dan Seattle pada Sabtu (10/6).

Massa yang digerakkan oleh ACT for America, yang oleh Souther Poverty Law (organisasi hak sipil AS) disebut sebagai kelompok ekstrimis yang menyuarakan Islamofobia di Amerika Serikat, menolak hukum Syariah di Amerika Serikat karena dinilai akan mengancam kebebasan di negerinya, demikian dilansir dari NBC News, Ahad (11/6).

Loading...

“Saya tidak membenci Muslim, tapi Islam tidak sejalan dengan nilai-nilai Barat. Konstitusi adalah hukum, kita harus hati-hati dengan siapa pun yang akan masuk,” kata Chris Achey, 47 tahun, warga Allentown, Pennsylvania di Balai Kota Harrisburg kepada Reuters.

Para peserta pawai sebagian besar merupakan pendukung kelompok supremasi kulit putih Amerika Serikat.

Namun pawai anti syariah Islam ini sempat berlangsung ricuh di beberapa kota setelah aksi tandingan pro-Muslim digelar untuk melawan mereka. Sejumlah orang ditangkap karena bentrokan ini.

Salah seorang demonstran yang menentang pawai anti-Muslim, Molly Freiburg, 33 tahun asal Philadelphia, mengatakan Amerika tidak berada dalam darurat Syariah.

“Justru pawai ini menyebabkan warga Muslim Amerika terancam,” ujar Freiburg.

Pawai anti hukum Islam ini mendapat sorotan publik setelah Wali Kota Portland, Ted Wheeler, membatalkan rencana demo di kotanya. Keputusan ini menyusul kematian dua warganya yang berusaha melindungi perempuan Muslim yang akan diserang teroris kulit putih, Jeremy Christian, di sebuah kereta api di Portland, Oregon.

Penyelenggara aksi kemudian memindahkan pawai mereka dari Portland ke Seattle. Di kota ini, aparat berhasil membubarkan perkelahian antara kelompok anti dan pro-Islam.

Sementara di New York, sekitar 100 orang peserta pawai anti-Islam bentrok dengan 200 massa pendukung warga Muslim di depan Gedung Trump.

Kepada Al Jazeera, juru bicara Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) Corey Saylor, mengatakan pawai anti Islam yang itu akan berkontribusi pada kekerasan terhadap Muslim yang lebih banyak.

Laporan yang dirilis CAIR pada awal Mei lalu menunjukkan serangan anti-Muslim meningkat 57 persen tahun lalu, termasuk kenaikan 44 persen kejahatan kebencian terhadap Islam. (IwanY)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU