Polisi Riau Amankan 723 Botol Bir Berbagai Merek

KUANTAN SINGINGI, SERUJI.CO.ID – Tim Polres Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau mengamankan sebanyak 723 botol bir berbagai merek dari sebuah toko di kawasan Sungai Jering Kota Teluk Kuantan, melalui operasi yang digelar dalam upaya pencegahan peredaran minuman keras (miras) di daerah setempat.

“Barang Bukti (BB) telah diamankan,” kata Kapolres Kuantan Singingi (Kuansing) AKBP Fibri Karpiananto melalui Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas AKP G Lumban Toruan di Teluk Kuantan, Sabtu (21/4).

Ia mengatakan, Polres saat ini sedang menggelar razia rutin terkait minuman keras baik oplosan maupun tradisional yang dapat mereahkan masyarakat di wilayah Kuansing, razia dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba AKP Adi Pranyoto didampingi belasan personel dari Sat Resnarkoba, Sat Reskrim serta Sat Sabhara.

Tim berhasil menemukan 723 botol minuman jenis bir dari sebuah toko Damai milik Bunio yang berlokasi di Kelurahan Sungai Jering Telukkuantan.

“Kami akan memanggil pemilik toko untuk diminta keterangan,” sebutnya.

Polres Kuansing berupaya keras dalam mencegah, mengantisipasi berbagai penyebab terjadinya tindak kriminal di wilayah Hukum Polres, salah satu akibat dari beredarnya minuman keras ke sejumlah tempat yang terduga rawan.

Pemilik Toko Damai (B) diminta keterangan terkait dijualnya ratusan botol miras mengatakan tidak menduga terjadi razia tersebut, karena yang dijualnya adalah bir kadar alkohol rendah dan izin untuk penjualan minuman itu sudah diajukan.

” Saya sudah menjual sejak satu tahun lalu, izin sudah diajukan,” sebutnya.

Karena telah terjadi razia maka semua proses hukum dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian setempat, dan akan selalu proaktif untuk datang sehingga proses berjalan lancar.

Salah satu Warga Kuaning Iman (56) menyebutkan, bahwa semua toko yang menjual minuman keras harus ditindak tegas, karena sangat berbahaya jika dibiarkan, Apresiasi tinggi diberikan kepada Polres yang selalu merazia toko, gudang, tempat hiburan yang terindikasi menjual miras.

” Selain itu, instansi terkait hendaknya turun lapangan untuk operasi,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Kuansing sebaiknya terus meningkatkan kinerja untuk mendata, operasi sejumlah toko, gudang, mini market yang ada di seluruh wilayah Kuansing agar peredaran miras maupun barang kedaluarsa tidak beredar, karena sangat berbahaya bagi masyarakat. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER