Polantas Pekanbaru Amankan Pengendara Miliki Pil Ekstasi

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Polisi Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Riau, mengamankan dua pemuda pengendara sepeda motor yang diduga memiliki narkotika dan obat-obatan terlarang jenis pil ekstasi.

“Anggota langsung mengamankan keduanya karena diduga memiliki narkoba jenis pil ekstasi dan saat ini telah dilakukan koordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba,” kata Kepala Sat Lantas Polresta Pekanbaru Kompol Rinaldo Aser di Pekanbaru, Minggu (24/12).

Dia mengatakan dua pemuda itu diamankan Minggu pagi sekitar pukul 07.00 WIB di Jalan Sudirman. Dia mengapresiasi anggota karena di luar tugas rutinnya sebagai polantas, juga dapat mengembang tugas dan fungsi Polri lainnya.

Sebelum diamankan polantas, awalnya dua pemuda SR yang berboncengan dengan As ini melintas di Jalan Sudirman menggunakan sepeda motor Yamaha R25. Lalu tepatnya di rambu depan Pos Lantas Gurindam 2 mengarah dari utara ke selatan dengan tidak menggunakan helm ganda.

Saat bersamaan melintas Kepala Unit Lantas Kepolisian Sektor Bukit Raya Iptu Zulkifli langsung menyetop keduanya lalu diserahkan ke Pos lantas. Dua petugas yang berada di Pos saat itu Brigadir Rhoma Doni dan Brigadir Andi Pratama langsung memeriksa surat surat kendaraan.

Namun pada saat dilakukan pemeriksaan, Brigadir Rhoma Doni curiga melihat tingkah laku dari AS yang gelisah. “Saat kami periksa salah satunya gelisah, penuh keringat dan mulut mengunyah permen karet. kemudian kami minta untuk mengeluarkan isi dompet dan saku,” terang Brigadir Rhoma Doni.

Kemudian ternyata ditemukan barang yang diduga narkoba jenis pil ekstasi tersebut. Sjumlah tiga butir ditemukan di dalam saku celana sebelah kiri AS dibungkus timah permen karet.

Setelah menemukan barang haram tersebut dua petugas lalu mengamankan keduanya dan membawanya ke Polresta Pekanbaru untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bendera dan Krisis Kepemimpinan

Menurut vexillology, bendera bukan sekedar selembar kain biasa. Jika dia berkibar bebas di angkasa, bendera menginspirasikan semangat kepemimpinan tertentu yang sublim dan sulit dibayangkan oleh mereka yang jiwanya terjangkar oleh tanah di bumi.

Islam Mementingkan Sasaran, Bukan Sarana

Karena itu, term NKRI Bersyariah, itu sejatinya bid’ah; tidak ada presedennya dalam sejarah Islam alias mengada-ada. Sesuatu yang bid’ah semestinya dijauhi oleh para pengikut Rasulullah Saw. Apalagi jika istilah ini diniatkan untuk hajat politik yang pragmatis.

Salah Besar Bila Disebut Konflik Agraria Tidak Ada 3 Tahun Terakhir, Berikut Datanya

Pendapat Guru Besar hukum terkait pernyataan capres nomor urut 01, Jokowi soal tidak adanya sengketa lahan dalam kurun 3 tahun ini di proyek infrastruktur.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER