Liput Kebakaran, Wartawan Dikeroyok Warga

MANOKWARI, SERUJI.CO.ID – Seorang wartawan dikeroyok massa saat meliput kebakaran yang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sanggeng Manokwari, Papua Barat.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat, Bustam ST di Manokwari, Selasa (5/6), mendesak polisi untuk menangkap dan memproses para pelaku sesuai hukum yang berlaku.

“Ini perbuatan premanisme dan pelanggaran pidana. Kawan kita Novri sedang dalam melaksanakan tugas peliputan,” kata Bustam.

Ia menjelaskan, kekerasan terhadap wartawan melanggar Undang-undang Pers No 40/1999. Tindakan kekerasan terhadap jurnalis adalah perbuatan melawan hukum dan mengancam kebebasan pers. Selain itu, kata dia, perbuatan para pelaku tergolong penganiayaan sebagaimana diatur pada pasal 351 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman antara dua hingga lima tahun kurungan.

“Jurnalis dalam bekerja dilindungi UU dan tidak boleh siapapun melakukan upaya menghalang-halangi,”katanya lagi.

Menurutnya, seluruh kegiatan jurnalistik meliputi mencari bahan berita, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, hingga menyampaikan informasi yang diperoleh kepada publik dilindungi UU.

Pada pasal 8 UU Pers dengan jelas menyatakan bahwa jurnalis dalam profesinya mendapat perlindungan hukum. Perampasan alat peliputan dan pemukulan bisa dijerat pasal 18 UU Pers dengan ancaman 2 tahun penjara atau denda Rp 500 juta.

Kejadian pemukulan terhadap Novri, wartawan dari grup Jawa Pos ini terjadi saat ia berupaya mengabadikan gambar peristiwa kebakaran motor di area SPBU tersebut.

Ia dipukul secara tiba-tiba dari arah belakang, tak lama kemudian massa pun turut mengeroyoknya. Beruntung ia berhasil lolos dari kepungan massa saat itu.

“Cukup banyak, tiak terhitung berapa orang yang mengejar dan memukul saya,” sebut Novri.

Novri mengalami sejumlah luka, wajahnya lebab dan mulutnya mengeluarkan darah. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Manokwari Kota. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.