DPR Desak Pemerintah Ungkap Kematian Adelina


KUPANG, SERUJI.CO.ID – Ketua Komisi V DPR-RI Fahry Djemi Francis mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengusut kasus kematian Adelina, TKW asal Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur di Malaysia yang diduga melibatkan majikannya.

“Saya berharap ini menjadi perhatian serius kita semua, khususnya pemerintah Indonesia dan NTT untuk mengusut tuntas kasus ini,” katanya kepada wartawan di Kupang, Sabtu (17/2).

Menurut dia, kematian yang menimpa TKW tersebut merupakan satu dari sekian banyak TKW asal NTT yang menjadi korban kekejaman majikan saat menjadi pembantu rumah tangga di Malaysia.

“Informasi yang saya terima adik kita Adelina meninggal akibat disiksa majikan. Saya rasa ini sudah keterlaluan dan pemerintah menurut saya harus bertindak tegas,” katanya menegaskan.

Menurutnya jika hal ini dibiarkan, nantinya akan muncul kesan bahwa Indonesia lamban dalam menanggani kasus kematian dari Adelina.

Menurutnya kematian dari Adelina akibat disiksa oleh majikannya itu jangan dilihat karena Adelina adalah TKW yang berstatus ilegal saat bekerja ke Malaysia.

Namun, yang paling utama adalah respon kemanusiaan pemerintah terkait meninggal warganya secara tidak wajar,” tambah politisi dari Partai Gerindra itu.

Ia juga menilai bahwa meninggalkan TKW asal NTT itu menjadi duka mendalam bagi seluruh masyarakat NTT, karena memang hingga saat ini kematian para pejuang ekonomi keluarga dari NTT semakin hari terus bertambah.

Adelina dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (11/2) di rumah sakit setempat. Sebelumnya Adelina dilaporkan mengalami kekurangan gizi dan luka-luka yang diduga disebabkan aksi kekerasan majikannya.

Pengadilan Malaysia telah menetapkan tiga tersangka yaitu dua orang majikan bersaudara beserta ibu kandung mereka.

KJRI Penang sudah berkomunikasi dengan jaksa penuntut umum serta agen di Malaysia untuk memastikan hak-hak Adelina terpenuhi mulai dari sisa gaji dan kompensasi.

Sementara itu, jenazah Adelina yang dijadwalkan tiba di Kupang Sabtu (17/2) pagi pukul 08.35 WIta dengan maskapai penerbangan Garuda ditunda menjadi pukul 12.50 Wita waktu setempat. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Refleksi Akhir Tahun Pendidikan

Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

close