Diduga Buang Limbah ke Sungai Citarum, Pabrik Tekstil Ditutup

KARAWANG, SERUJI.CO.ID – – Polres Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menutup sebuah pabrik tekstil yang berlokasi di Desa Parungmulya, karena diduga melakukan pembuangan limbah cair langsung ke anak sungai Citarum.

“Jadi ini olah TKP (tempat kejadian perkara) penetapan status quo pabrik ini,” kata Kapolres setempat AKBP Slamet Waloya, di Karawang, Jumat (29/6).

Pabrik yang ditutup ialah PT Sinar Putra Hugitex, berlokasi di Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel, Karawang.

Saat polisi melakukan olah TKP, tidak terlihat adanya aktivitas produksi di pabrik tersebut. Polisi juga telah memasang garis polisi di areal instalasi pengolahan limbah pabrik.

Kapolres mengatakan, setelah dilakukan olah TKP penetapan status quo, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan terkait dugaan pembuangan limbah sembarangan itu.

“Sesuai dengan peninjauan ke lokasi, limbah cair pabrik itu dibuang langsung, tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Limbah cair itu dialirkan ke anak sungai Citarum melalui sebuah saluran,” ungkapnya.

Salah satu dari saluran pembuangan limbah itu melewati areal persawahan. Tapi areal sawah itu diketahui dimiliki olah pihak perusahaan.

Dalam melakukan penyelidikan kasus tersebut, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang.

Ia mengatakan, pengungkapan kasus dugaan pembuangan limbah cair ke sungai itu dilakukan atas laporan masyarakat setempat.

Atas tindakannya itu, pihak perusahaan itu terancam Undang Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, beberapa bulan terakhir pihak kepolisian dari Polres Karawang telah mendatangi lokasi pabrik. Saat itu, polisi mengambil sampel limbah cair yang dihasilkan pabrik tersebut.

“Sekarang ini akan dilakukan penyelidikan dan pendalaman. Apakah ada unsur pidana nya atau tidak, sudah berapa lama kegiatan pembuangan limbah ke sungai itu di lakukan, berapa volume limbah yang dibuang, semuanya akan didalami,” ujar kapolres. (Ant/Su02)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Indonesia Darurat Keadilan

Ghazwul Fikri dan Media