KPK akan Jerat Korupsi Korporasi

0
86
kpk, komisi pemberantasan korupsi
Juru bicara KPK Febri Diansyah.

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersiap menerapkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No. 13/2016 tentang Tata Cara Penanganan Perkara Tindak Pidana oleh Korporasi.

KPK juga telah mengajak bertemu para hakim agung dan penegak hukum lain untuk menerapkan aturan penanganan korupsi yang membidik korporasi atau perusahaan.  Salah satu yang datang ke Gedung Merah Putih KPK hari ini, Kamis (23/2) adalah Hakim Agung Surya Jaya.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, maksud kedatangan para stakeholder adalah demi menyamakan sikap agar penerapannya berjalan baik. “Memang beberapa waktu terakhir ini, para hakim agung dan penegak hukum lain telah kita ajak diskusi agar penerapan Perma ini bisa maksimal,” tuturnya.

Dalam diskusi tersebut dibahas dua aspek. Pertama, soal hukum acara serta pengenaan denda. Yang kedua, soal bagaimana agar internal perusahaan memiliki sistem pencegahan korupsi.

Selama ini, potensi untuk melakukan korupsi sebenarnya terjadi di korporasi. Pasalnya, sering ditemui nomenklatur anggaran di perusahaan yang intinya ditujukan kepada pegawai negeri atau penyelenggaran negara (suap/gratifikasi).

Maka, kata Febri saat ini KPK, Mahkamah Agung dan beberapa pihak tengah menginisasi sebuah peraturan yang menjadi standar, yang memastikan suatu korporasi telah melakukan pencegahan.

“Contohnya, harus ada ketentuan di internal serta komitmen yang kuat dari pimpinan korporasi untuk tidak mengalokasikan anggaran atau apapun dengan dalih bahwa anggaran tersebut dialokasikan untuk pegawai negeri atau penyelengggara. Baik berupa gratifikasi atau suap,” tuturnya.

KPK pun ingin mencontoh penerapan pidana korporasi ini dari negara lain demi menciptakan birokrasi bersih. Misalnya saja di Inggris, yang beberapa waktu lalu bisa mendenda Rolls Royce sekitar Rp 11 triliun.

EDITOR: Rizky

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Bersama Gerindra dan PKS, Nasdem Dukung Angket Pj Gubernur Jabar Yang Digulirkan Demokrat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Partai NasDem mendukung digulirkan Hak Angket untuk menyelidiki kebijakan pemerintah yang mengangkat Komjen Pol M Iriawan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa...
tewas

Diduga Hirup Asap Pembakaran Ban Bekas, 7 Penambang Emas Tewas

LOMBOK, SERUJI.CO.ID - Sedikitnya tujuh penambang emas tewas diduga akibat menghirup asap pembakaran ban bekas yang masuk ke dalam lubang tambang di Desa Buwun Mas,...
Angin puting beliung

Enam Daerah di Aceh Diterjang Puting Beliung

ACEH, SERUJI.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan, hujan lebat disertai angin kencang dan puting beliung melanda enam daerah yang mengakibatkan masyarakat setempat mengalami...
Kecelakaan

Diduga Sopir Mengantuk, Sebuah Mobil Melompat ke Rawa

LHOKSUKON, SERUJI.CO.ID - Sebuah mobil jenis double cabin merek Nissan Navara melompat ke rawa, di pinggir Jalan Trans Sumatera Medan-Banda Aceh, tepatnya di Gampong Alue...

Laga Rusia Kontra Mesir Dinantikan Penggemar di Moskow

MOSKOW, SERUJI.CO.ID - Sejumlah penggemar sepak bola dari beberapa negara yang berada di Moskow menantikan laga antara tuan rumah Rusia melawan Mesir yang akan diselenggarakan...