Lelahnya ke Merbabu Membawa Kepuasan

0
174
  • 16
    Shares
Gunung Merbabu menjelang fajar.

MAGELANG – Sebagian besar pendaki, pasti mengenal gunung Merbabu. Sebuah gunung yang letaknya berada di 4 kabupaten ini memang spesial.

Gunung Merbabu ini merupakan sebuah gunung Api yang pernah meletus pada tahun 1560 dan 1797. Dengan ketinggian 3.142 Mdpl (10.630 kaki) membuat gunung ini, termasuk gunung yang cukup sulit didaki.

Gunung Merbabu berada di Kabupaten Magelang (lereng barat), Kabupaten Semarang (lereng utara), Kabupaten Boyolali (lereng timur) , Kabupaten Salatiga (lereng Selatan), Jawa Tengah.

Cukup banyak jalur pendakian yang bisa dilalui untuk sampai ke puncaknya. Tetapi ada 3 jalur pendakian utama yakni Selo, Cunthel serta Wekas. Jalur Selo berada di wilayah Boyolali, jalur Cunthel berada di wilayah Kopeng dekat Kota Salatiga, sedangkan jalur Wekas berada di wilayah Magelang. Dari masing-masing jalur, membutuhkan waktu rata-rata 8 s/d 10 jam untuk bisa sampai ke puncak Merbabu.

Gunung Merbabu memiliki 3 puncak, yaitu puncak Kenteng Songo yang berada di tengah (3.142 Mdpl), Triangulasi yang berada di kiri (3.142 Mdpl), dan puncak Syarif yang berada di kanan (3.119 Mdpl). Dari puncak Gunung Merbabu kita bisa melihat beberapa gunung di Jawa Tengah antara lain Gunung Merapi, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Slamet, serta Gunung Lawu yang sangat luar biasa.

Gunung Merapi merupakan gunung terdekat dari Gunung Merbabu, sehingga gunung ini akan terlihat sangat jelas dari Gunung Merbabu.

Gunung Merapi dilihat dari puncak Merbabu.

Gunung Merbabu mempunyai trek yang cukup sulit, terutama untuk jalur selain Selo. Jalur Selo cenderung lebih mudah karena jalurnya yang melewati perkebunan dan padang sabana yang berbukit-bukit.

Pemandangan indah yang akan Anda dapatkan di Gunung Merbabu merupakan hal yang luar biasa. Momen sunrise adalah hal yang paling ditunggu-tunggu oleh sebagian besar pendaki. Matahari terlihat tanpa adanya penghalang.

Ketika musim penghujan, padang rumput akan berwarna hijau yang menyejukkan mata. Ketika musim kemarau, meski lebih berdebu, tapi padang rumputnya akan berwarna kuning keemasan yang tidak kalah indahnya. Selain itu, tidak jauh dari puncak, Anda akan mendapati padang rumput yang dipenuhi oleh bunga Edelweis yang cukup luas.

 

Repoter & Foto: Mira S
EDITOR: Harun S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU