Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), Lukman Edy mengecam tindakan kekerasan terhadap etnis Rohingya di Myamnar.
Lukman Edy juga mendesak Pemerintah Indonesia menyampaikan kecaman keras kepada Pemerintahan Myanmar karena dinilai membiarkan terjadinya kekerasan terhadap etnis Rohingya.
Bahkan, Lukman Edy melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Ahad (3/9) mengusulkan agar Pemerintah Indonesia melakukan langkah responsif dengan memanggil pulang Duta Besar Indonesia untuk Myanmar, guna meminta penjelasan situasi sebenar sebenarnya yang terjadi di Myanmar.
Di sisi lain, dia mengusulkan agar Pemerintah Indonesia juga mengusir pulang Duta Besar Myanmar untuk Indonesia.
Jika terbukti militer Myanmar melakukan kejahatan kemanusiaan terhadap Rohingya, Lukman Edy juga mengusulkan agar ASEAN mengeluarkan Myanmar dari keanggotaan serta memberikan sanksi ekonomi.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu juga mengusulkan agar Pemerintah Indonesia juga menggalang simpati Internasional, baik di ASEAN, di organisasi negara-negara Islam Internasional (OKI), Asia-Afrika, maupun dan dunia, sekaligus menyiapkan usulan sanksi terhadap Pemerintah Myanmar.
Namun sebelum memberikan sanksi kepada Myanmar, dalam pandangan Lukman, akan lebih obyektif jika dilakukan investigasi di Myanmar oleh tim independen yang dibentuk PBB.
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Muhammad Ali Taher Parasong juga mengutuk kekerasan yang dilakukan tentara Myanmar terhadap warga muslim Rohingya, yang dinilai sebagai tindakan biadab.
Ali Taher mendesak agar masyarakat ASEAN dan negara-negara di dunia mengambil sikap terhadap persoalan kemanusiaan di Myanmar yang dinilai terjadi pelanggaran HAM berat.
Ketua Komisi VIII DPR RI ini juga mengimbau PBB agar dapat memberikan sanksi kepada Myanmar sekaligus melindunsi etnis Rohingya.
