Sementara itu, anggota DPR RI dari Fraksi PKB Yaqut Cholil Qoumas yang juga Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor mengimbau masyarakat muslim di Indonesia agar berhati-hati dalam menyikapi krisis kemanusiaan yang dialami warga Muslim Rohingya di Myanmar.
Yaqut Cholil Qoumas mensinyalir ada indikasi “pemelintiran” isu.
Anggota Komisi VI DPR RI ini usai menghadiri Konferensi Cabang GP Ansor di Tulungagung, Jawa Tengah, Ahad (3/9), mengingatkan masyarakat Muslim di Indonesia agar cermat dan tidak salah melihat apa yang sebenarnya terjadi di Myanmar.
Yaqut mensinyalir ada beberapa pihak yang berupaya “menggoreng” seolah-olah isu Rohingga adalah semata-mata isu agama.
Dalam kajian GP Ansor perihal krisis etinis Rohingya di Myanmar, menyimpulkan bukan murni persoalan agama, tapi ada variabel ekonomi karena potensi tambang minyak dan gas di Rakhine.
Besarnya potensi tambang minyak dan gas bumi di negara bagian Rakhine, yang didiami sebagian besar warga Muslim Rohingya, itulah yang kemudian menarik minat banyak perusahaan multinasional, sehingga saling berebut.
Dalam kajian GP Ansor yang disampaikan Yaqut, ada banyak negara yang berminat dan terlibat.
Kondisi di Rakine jadi semakin buruk karena Myamnar belum sempurna melakukan transisi demokrasi.
Yaqut mengimbau masyarakat Muslim di Indonesia yang berempati dan berniat menyalurkan bantuan, terutama dalam bentuk uang ataupun bantuan bahan kemanusiaan lain agar penyalurannya dilakukan secara tepat, melalui wadah resmi yang dapat dipertanggungjawabkan. (Ant/SU02)
