Survei: Anies-Sandi Ungguli Ahok-Djarot Pada Pilkada Putaran Kedua

2
205
Tingkat Elektabilitas Anies-Sandi yang terus naik meninggalkan Ahok-Djarot. (ilustrasi: Median)

JAKARTA – Lembaga survei Media Survei Nasional (Median) merilis survei terbaru yang bertema “Paradoks Prilaku Pemilih Pilgub DKI 2017: Adu Kuat Pemilih Rasional VS Pemilih Emosional”. Hasil survei tersebut menempatkan elektabilitas pasangan nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengungguli pasangan nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Hasil survei yang dilakukan pada tanggal 1-6 April 2017 tersebut menemukan fenomena paradoks antara elektabilitas kedua pasangan calon dan perilaku pemilih warga Jakarta.

Menurut Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, paradoks tersebut adalah penilaian terhadap kompetensi dan hasil kenerja pasangan calon dibandingkan dengan elektabilitas mereka.

Pada penilaian kompetensi dan kapabilitas, pasangan Ahok-Djarot dinilai lebih mampu (44,9%) membenahi Jakarta dibanding pasangan Anies-Sandi (40,6%). Saat ditanyakan program kerja siapa yang lebih baik, sebanyak 46,1% responden mengatakan Ahok-Djarot lebih baik sementara Anies-Sandi hanya 39,3%, yang tidak menjawab 14,6%.

Demikian juga saat responden yang berjumlah 1.200 orang yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta dengan sampling proporsional ini, ditanya tingkat kepuasan mereka terhadap kinerja Ahok-Djarot selama memimpin Jakarta, sebanyak 65,6% responden mengatakan puas.

Namun tingginya penilaian kompetensi, kapabilitas dan tingkat kepuasan pemilih tersebut ternyata tidak serta merta membuat mereka akan memilih Ahok-Djarot dalam pilkada putaran kedua yang akan dilangsungkan pada 19 April nanti.

“Ketika kami tanyakan kepada responden, pasangan mana yang akan Anda pilih menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nanti? Ternyata 49,8 persen responden memilih Anies-Sandi, sementara yang akan memilih Ahok-Djarot hanya 43,5 persen pemilih, sisanya sekitar 6,7 persen belum menentukan pilihan,” kata Rico kepada awak media dalam rilisnya di Jakarta, Senin (10/4).

Survei dilakukan dengan sistem random dengan teknik Multistage Random Sampling dan proporsional atas populasi Kotamadya dan Gender, dengan margin of error sebesar +/-2,9% pada tingkat Kepercayaan 95%.

 

EDITOR: Harun S

Komentar

BACA JUGA
gunung agung

Promosi Pariwisata Bali Pasca Erupsi Gunung Agung

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Gunung Agung dengan ketinggian 3.142 meter di atas permukaan laut di Desa Rendang, Kabupaten Karangasem, wilayah timur Bali, yang sempat beberapa...
Rudiantara

2019 Kominfo Targetkan Indonesia Terhubung Internet

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara menargetkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia terhubung jaringan internet dengan kecepatan tinggi pada 2019 sehingga semua orang...
Abhan

Bawaslu: Penyelenggaraan Pilkada Jangan Mudah Tergoda Suap

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Abhan mengingatkan seluruh jajarannya untuk tidak mudah tergoda suap selama menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (pilkada)...
Suap

Terkait Suap, KPU Jabar Panggil KPU Garut

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat akan memanggil jajaran KPU Garut untuk meminta klarifikasi terkait dugaan operasi tangkap tangan terhadap...
Abhan

Terkait Kasus Suap, Bawaslu Berhentikan Sementara Ketua Panwaslu Garut

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Abhan memberhentikan sementara Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Garut, Jawa Barat, Heri Hasan Basri yang...
loading...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...
IMG_20180224_110625_530

Mencari Logika di Balik Kasus Tuduhan ke Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab (RHS) juga ditetapkan sebagai tersangka, setelah sebelumnya FH dijerat pasal pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. RHS bahkan...