close

Sindir Kartu Prakerja Jokowi, Rocky Gerung: Uangnya Mau Nyuri di Mana?

SEMARANG, SERUJI.CO.ID – Pemerhati sosial dan politik, Rocky Gerung kembali melontarkan kritik pedas kepada calon Presiden nomor urut 01, Jokowi. Kali ini yang jadi sasaran kritik Rocky adalah soal rencana Jokowi akan meluncurkan Kartu Prakerja.

Rocky menilai, dalam rangka pencitraan, Jokowi telah melakukan banyak hal yang ia nilai absurd. Diantara hal tersebut, kata Rocky, adalah program ‘kartu-kartu’ yang selama ini dikeluarkan Jokowi.

“Semua kartu sakti sudah dikeluarkan (untuk pencitraan), dan terakhir kartu cadangan ‘Kartu Prakerja’,” kata Rocky dalam acara seminar ‘Parpol: Diantara Pileg dan Pilpres’, di Hotel Grand Arkenso Semarang, Rabu (13/3).

Menurut pria yang juga dikenal sebagai filsuf ini, Kartu Prakerja adalah kartu Jokowi yang paling absurd, karena banyaknya anggaran yang harus disiapkan untuk ratusan juta pengangguran.


“Tidak masuk akal, karena kalau diiyakan, berapa ratus juta yang akan dibiayai negara? Ratusan juta penganggur akan dibiayai oleh negara,” ujarnya.

Pertanyakan Sumber Dana Kartu Prakerja, Rocky: Tuyul Saja Ogah Cari Dananya

Jokowi bersama generasi milenial.

Kartu Prakerja adalah program kartu yang digagas Jokowi yang akan diberikan pada para lulusan SLTA, D3, maupun Sarjana yang belum mendapatkan pekerjaan selepas lulus. Pemegang kartu tersebut akan diberikan pelatihan dan tunjangan dalam kurun waktu tertentu. Besarnya tunjangan dan sumber pendanaan program tersebut, belum dijelaskan Jokowi.

“Uangnya dari mana? Nyuri dari mana? Seluruh tuyul di Jawa Tengah dikumpulin ogah untuk nyuri, karena terlalu banyak yang mesti dicuri,” tuturnya.

Menurut Rocky, ide Jokowi dengan Kartu Prakerja-nya tersebut, tidak akan mampu mendongkrak elektabilitas Jokowi dalam Pilpres 2019. Sebab, jelasnya, ide tersebut terlalu ‘ajaib’ dan masyarakat sudah paham bahwa ide tersebut hanya untuk pencitraan semata.

“Saya kira masih ada satu kartu di kantong beliau, kartu pra dungu. Dan jangan berharap kartu itu akan dibagikan, karena dia akan pakai sendiri kartunya itu,” tukasnya.

Editor:Hrn

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

BPN Tiba di MK, Petugas Tutup Jalan Abdul Moeis

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Aparat gabungan menutup Jalan Abdul Moeis,...

BPN Ajukan Gugatan Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon...

Polisi Diminta Mengusut Kasus Pembakaran Mapolsek Tambelangan Hingga Tuntas

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa...

Jokowi Nyatakan Terbuka Untuk Bertemu Dengan Prabowo

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menyatakan dirinya selalu terbuka...

Polisi dan TNI Tutup Jalan Menuju Kantor Kementerian dan MK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Polisi dan TNI masih menutup sejumlah...

Delapan Kompi Gabungan TNI dan Polri Disiagakan di MK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian menyiapkan delapan kompi pasukan untuk...

TERPOPULER

Viral: Video Prajurit TNI AD Cegah Polisi Keroyok Peserta Aksi 22 Mei

Diduga video tersebut terkait dengan peristiwa unjuk rasa 22 Mei yang berlangsung di Jakarta, namun tidak diketahui dimana lokasi video tersebut diambil.

BPN Undur ke MK, Pengamat: Dulu Mau Bawa 10 Truk Bukti, Satu Pun Tidak Muncul

"Dulu waktu menggugat hasil Pilpres 2014 juga dilakukan hari terakhir. Gembar-gembornya akan membawa 10 truk kontainer bukti kecurangan, ternyata satu truk pun tidak pernah muncul," kata Ari

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi