Presidium Alumni 212 Serukan Jihad Konstitusional dan Tuntut Jokowi Mundur

0
1025
  • 330
    Shares
presidium alumni 212
Jumpa Pers Presidium Alumni 212 terkait kriminalisasi ulama, di Masjid Baiturrahman, Jakarta Selatan. Rabu (31/5)

JAKARTA – Presidium Alumni 212 akan mengadakan aksi penyambutan kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Bandara Soekarno-Hatta.
Mereka berencana mengerahkan satu juta orang dalam penjemputan itu.

“Insyaallah kami akan membuat dua gerakan besar untuk menyambut (Habib Rizieq) itu,” ujar Ketua Presedium Alumni 212, Ansufri Idrus Sambo, saat jumpa pers di Masjid Baiturrahman, Jalan Saharjo, Jakarta Selatan, Rabu (31/5).

Dua gerakan yang dimaksud Sambo adalah mengadakan konsolidasi umat dan Tabligh Akbar yang dilakukan dalam dua waktu dan tempat berbeda.

Loading...

Tabligh Akbar pertama akan digelar pada Jumat (2/6) di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat. Kemudian dilanjut aksi longmarch dari Masjid Sunda Kelapa ke Komnas HAM untuk mendesak penyelesaian rekomendasi pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintahan Jokowi terhadap ulama dan aktivis Islam. Desakan ini menjadi bagian dari seruan jihad konstitusional.

Kemudian Tabligh Akbar kedua akan diselenggarakan pada Jumat (9/6) di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Mereka juga akan mengadakan aksi seperti aksi 212 dengan tema Aksi Bela Ulama setelah Ramadhan.

“Bukan seperti Aksi 212 yang terpusat di Jakarta, tetapi akan dilakukan di seluruh daerah untuk menuntut Jokowi mundur secara konstitusional,” ungkap Sambo.

Aksi Bela Ulama itu merupakan bentuk kekecewaan mereka kepada pemerintah atas perlakuan kepada ulama dan aktivis Islam yang dianggapnya sudah melampaui batas. Ia menilai penetapan tersangka terhadap Habib Rizieq sebagai iktikad tidak baik dari pemerintahan Jokowi untuk menjalin hubungan dengan umat Islam.

“Selama ini memang sangat kita rasakan di mana perlakuan rezim penguasa saat ini yang sangat diskriminatif tersebut kepada umat Islam dan para ulama terutama kepada umat dan ulama yang tergabung dalam aksi Bela Islam 212,” tuturnya.

Penetapan tersangka kepada Habib Rizieq menurut Sambo juga bagian dari kriminalisasi ulama. Karena itu alumni Aksi Bela Islam 212 menyerukan perlawanan hukum berupa jihad konstitusional.

Sambo menegaskan aksi yang akan digelar nanti bukan merupakan bentuk upaya makar sebab dilakukan secara damai dan mengikuti aturan yang berlaku, layaknya aksi pada tahun 1998 untuk menurunkan Soeharto.

Oleh karena itu, hari ini, Presidium Alumni 212 menyampaikan Surat Terbuka kepada Presiden Jokowi. Adapun delapan poin inti surat terbuka itu sebagai berikut:

1. Mendesak Tim Investigasi Komnas HAM untuk segera mengeluarkan rekomendasinya bahwa Rezim Jokowi telah melakukan pelanggaran HAM berat secara sistematis, massif dan terstruktur terhadap para ulama, aktivis-aktivis Pro Keadilan dan Ormas HTI.

2. Membawa hasil rekomendasi Komnas HAM ke DPR dan mendesak DPR untuk menggelar sidang istimewa untuk meminta pertanggungjawaban Presiden.

3. Membawa rekomendasi Komnas HAM ke dunia internasional, yaitu ke Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Pengadilan Internasional di Jenewa.

4. Menggalang kekuatan umat Islam di seluruh Indonesia untuk menggelar Aksi Bela Ulama dan Aksi Mosi Tidak Percaya kepada pemerintah serta MENUNTUT MUNDUR Presiden Jokowi.

5. Meminta Polri dan TNI untuk bertindak netral, tidak menjadi alat kekuasaan Rezim Penguasa dan berdiri di belakang rakyat, serta tidak bertindak represif kepada peserta aksi yang menjalankan aksi dengan damai.

6. Menggelar Tabligh Akbar di seluruh pelosok Indonesia sebagai ruang konsolidasi umat Islam.

7. Khusus untuk penetapan Habib Rizieq menjadi tersangka, Presedium Alumni 212 mengajak masyarakat untuk mengibarkan bendera setengah tiang. Bendera setengah tiang merupakan bentuk matinya keadilan.

8. Kami menghimbau kepada bapak Jokowi bahwa masih ada kesempatan untuk mengakhiri polemik ini dengan menerbitkan SP3 untuk semua kasus yang menjerat ulama dan aktivis yang dikriminalisasi. Selanjutnya Jokowi diminta untuk mencabut pernyataan pembubaran HTI. (IwanY)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU