Prabowo: Puluhan Tahun Elite yang Berkuasa Selalu Gagal dan Keliru Beri Arah

0
92
  • 26
    Shares
Prabowo
Prabowo Subianto menyampaikan pidato politik dalam Konferensi Nasional Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Senin (17/12/2018). (foto:dok BPN Prabowo-Sandi)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyindir elite yang dianggap gagal menjalankan amanah rakyat. Bahkan disebutnya sudah puluhan tahun elite yang berkuasa keliru memberi arah sehingga menjadikan Indonesia pada titik saat ini dimana rakyat semakin susah dan bertambah miskin.

“Sudah terlalu lama elite yang berkuasa puluhan tahun itu memberi arah keliru dan sistem yang salah,” kata Prabowo saat menyampaikan pidato politiknya di Konferensi Nasional (Konfernas) Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12).

Menurutnya, jika sistem yang keliru diteruskan, hal tersebut akan membuat Indonesia menjadi negara yang lemah. Bahkan, ia menyebut Indonesia berpotensi punah.

“Sistem ini kalau diteruskan akan mengakibatkan Indonesia lemah, Indonesia semakin miskin, dan semakin tidak berdaya, bahkan bisa punah,” ujarnya.

Baca juga: Prabowo: Kalau Kita Kalah di Pilpres, Negara Ini Bisa Punah

Mantan danjen Kopassus ini mengatakan, apabila seorang pemimpin sudah tidak dapat memperbaiki apa yang dipimpinnya, maka lebih baik pemimpin tersebut diganti.

“Demokrasi berarti rakyat berhak mengganti pemimpinnya kalau rakyat menghendaki. Kenapa harus ribut ganti pemimpin? Kalau pilot pesawat sudah kelihatan kurang handal, kan lebih baik pilotnya diganti. Kalau pengemudi taksi kelihatannya salah jalan terus, apa nggak lebih baik diganti?” ujarnya.

Prabowo menyayangkan ada pihak-pihak yang selalu mengatakan bahwa Indonesia dalam keadaan baik-baik saja, ekonomi bagus, dan harga-harga kebutuhan pokok terjangkau.

“Tapi saya yakin masyarakat lebih faham keadaan yang sebenarnya saat ini,” ujarnya.

Karena itulah, kata Prabowo, tak ada jalan lain bagi dirinya dan Sandiaga Uno selain memenangi Pilpres 2019 mendatang.

“Kondisi ini yang tidak pernah diakui oleh elite kita. Oleh karena itu tidak ada jalan lain, kita harus memenangkan pemilihan presiden 2019,” tegasnya.

Baca juga: Prabowo Yakin Mampu Perbaiki Ekonomi Indonesia dengan Singkat

Prabowo menyebut konferensi nasional digelar untuk persiapan menjelang pileg dan pilpres 2019. Kegiatan serupa juga pernah dilakukan ketika menjelang pilkada 2018.

“Karena pemilihan gubernur waktu itu, menjadi pertarungan antara kekuatan yang membela kebenaran dan keadilan, dan kekuatan yang ingin memperpanjang keadaan yang tidak benar dan tidak adil,” tuturnya.

Konferesi Nasional Partai Gerindra dihadiri oleh sejumlah tokoh di antaranya Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, dan Sekjen PAN Eddy Soeparno, Sekjen PKS Mustafa Kamal, Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan, Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

Selain itu, turut hadir pula sejumlah tokoh Persaudaraan Alumni 212 dan Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) seperti Slamet Ma’arif, Al Khaththath, dan Yusuf Martak. Hadir juga Ketua KSPI Said Iqbal dan aktivis #2019GantiPresiden Neno Warisman. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU