Pengamat Sebut Khofifah Lakukan Blunder Jika Daftar Lewat Golkar

“Ini akan menjadi pertarungan sengit antara koalisi partai berbasis NU dan Nasionalis. Lebih dari itu jika selama ini Gus Ipul berhasil membangun kesan mendapat dukungan dari Megawati, maka dengan langkah merangkul Golkar ini Khofifah tengah berupaya untuk memperoleh kesan didukung Jokowi. Jadi cukup berimbang, kompetitif,” ungkap Alumnus University Sains Malaysia ini.

Namun menurut Mochtar, semua potensi kompetitif yang dimiliki Khofifah tersebut akan tidak berarti banyak jika Khofifah tidak bisa menjalin komunikasi politik yang konstruktif dengan para fungsionaris partai di Jatim. Di Golkar dan PPP misalnya, saat ini terdengar desas-desus muncul friksi internal karena kader di daerah tidak menyukai Khofifah akibat dia enggan melakukan komunikasi politik di Jatim, melainkan langsung ke DPP.

“Manuver Khofifah langsung ke DPP ini bisa saja bener bisa saja blunder, karena fungsionaris di Jatim merasa dilangkahi. Meski pada akhirnya DPD terpaksa menerima putusan DPP, bisa dipastikan mesin partai di daerah tidak akan berkerja secara maksimal dalam memenangkan Khofifah. Sebagaimana dua Pilgub sebelumnya, Khofifah tidak akan mendapat dukungan memadai dari kader partai di daerah dan kembali kalah,” kata Direktur Surabaya Survey Center (SSC) ini.

Dengan fakta tersebut, maka menurut Mochtar, Khofifah harus sesegera mungkin memperbaiki komunikasi politik dengan segenap elemen partai di daerah. Sebab jika tidak maka bisa jadi akan kembali kalah. (Setya/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Mementingkan Sasaran, Bukan Sarana

Karena itu, term NKRI Bersyariah, itu sejatinya bid’ah; tidak ada presedennya dalam sejarah Islam alias mengada-ada. Sesuatu yang bid’ah semestinya dijauhi oleh para pengikut Rasulullah Saw. Apalagi jika istilah ini diniatkan untuk hajat politik yang pragmatis.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER