Pengamat: Lewat Wayang, Soekarwo Sampaikan Pesan Filosifis Terkait Pilgub Jatim

Pakde Karwo, Gus Ipul dan Kirun cs berdialog diatas panggung wayangan. (foto:Doc Humas Pemprov)

Sementara itu, pagelaran wayang kulit yang digelar orang nomor satu di Jatim itu sebagai wujud dan rasa syukur Pakde Karwo dan keluarganya. Menurut Pakde Karwo, tuntunan lebih penting dibanding tontonan. Tetapi, tuntunan yang diberikan kepada masyarakat akan mudah diterima jika disertai dengan tontonan.

“Saya kira masyarakat menyenangi wayang kulit ini karena di dalamnya terdapat banyak pesan yang bermanfaat. Ki Anom Suroto yang terkenal dengan sabetannya diharapkan mampu menyampaikan pesan atau petuah-petuah kepada rakyatnya,” ujarnya.

Mengenai lakon atau cerita yang dibawakan oleh Ki Anom Suroto yakni ‘Kalimatoyo’, dinilainya memiliki makna mendalam, dapat diartikan sebuah bentuk kepemimpinan yang sustainable and change. Itu artinya, seorang pemimpin baru harus membawa kebaikan, terutama hal-hal baik dari pemimpin sebelumnya.

“Dengan demikian, masyarakat bersama dengan pemimpin atau raja barunya sinergis sehingga bisa mencapai segala keinginannya. Pemimpin harus mampu memimpin masyarakatnya dengan baik. Pemimpin harus mampu memimpin masyarakatnya tanpa gaduh. Pemimpin tidak boleh menjelekkan pemimpin sebelumnya,” kata pria kelahiran Madiun itu. (Amal/Hrn)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER