Nilai Keberhasilan Pembangunan MRT Karena Kepemimpinan Jokowi Efektif, Begini Penjelasan TKN

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily menilai bahwa peresmian Moda Raya Terpadu (MRT) oleh Presiden Jokowi, hari ini, Ahad (24/3) merupakan hasil kepemimpinan Jokowi yang efektif.

“Ini merupakan tonggak monumental bagi bangsa Indonesia dalam pembangunan transportasi massal berbasis rel di Jakarta. MRT telah dicanangkan sejak lama di era Soeharto di mana waktu itu Pak Habibie sebagai Menristeknya,” kata Ace dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Ahad (24/3).

Menurut Ace, telah sekian banyak Gubernur DKI Jakarta merencanakan pembangunan MRT, namun, di era kepemimpinan Gubernur Jokowi lah pembangunan MRT dimulai.

“Selama enam tahun pembangunan MRT dilaksanakan, di mana Presiden Jokowi memantau langsung proses pengerjaan pembangunan ini dengan detail dan seksama dan Minggu ini telah meresmikannya untuk fase I dari Lebak Bulus ke Bunderan HI,” ujar Ace.

Presiden Jokowi Mampu Mengejar Ketertinggalan Indonesia Terkait Pembangunan MRT

Ace Hasan Syadzily
Ace Hasan Syadzily

Ace menilai pembangunan MRT di Indonesia sudah ketinggalan dibandingkan dengan kota-kota besar di negara-negara maju lainnya di dunia, namun Presiden Jokowi telah mampu mengejar ketertinggalan tersebut.

“Di kota-kota negara ASEAN, MRT telah terlebih dahulu dibangun di Singapura tahun 1987, kemudian di Bangkok tahun 2004 serta di Kuala Lumpur, Malaysia, MRT telah diresmikan pada tahun 2017,” terangnya.

Di Asia, imbuhnya, tentu negara Jepang yang pertama kali membangun MRT, di mana di Tokyo pada tahun 1927. Jauh sebelumnya, di Kota New York, Amerika Serikat, MRT ini telah digunakan sejak tahun 1904.

Peresmian MRT di Jakarta Merupakan Prestasi Indonesia

Anies saat meninjau proyek MRT Jakarta (foto:facebook Anies Baswedan)

Ace mengatakan Indonesia patut berbangga di bawah Kepemimpinan Presiden Jokowi pembangunan MRT telah diresmikan untuk fase I.

“Yang merupakan prestasi yang membanggakan, bukan saja untuk rakyat Jakarta, namun juga untuk Indonesia,” katanya.

Ace Sebut Jokowi-Ahok Yang Canangkan MRT dan LRT

Presiden Jokowi meresmikan dimulainya operasi MRT Fase I, di Bundaran HI, Jakarta, Ahad (24/3/2019). (foto:istimewa)

Dijelaskan Ace, pemerintahan Jakarta telah mencanangkan berbagai moda transportasi publik yang bermacam-macam, di antaranya di era Gubernur Sutiyoso ada busway, Gubernur Fauzi Bowo sempat mencanangkan program Monorail.

“Dan di era Jokowi-Ahok mencanangkan MRT yang telah selesai tahap 1 tahun 2019, dan LRT atau Kereta Layang Cepat yang hingga saat ini masih dikerjakan,” tuturnya.

MRT Dapat Diselesaikan Karena Kepemimpinan Jokowi Efektif

Presiden Jokowi meresmikan beroperasinya ruas tol Bakauheni-Terabnggi Besar, di gerbang Tol Natar, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Jumat (8/3/2019). (foto: Humas Sekpres)

Ace mengatakan yang membuat program infrastruktur ini dapat diselesaikan adalah karena Jokowi mampu menerapkan kepemimpinan yang efektif.

“Ada lima hal, pertama, seorang pemimpin seperti Jokowi memiliki kepemimpinan yang inovatif dan bekerja dengan pendekatan yang ‘out of the box’ dan tidak terpaku pada pendekatan yang konvensional,” jelas Ace.

Pak Jokowi, imbuh Ace, tidak hanya menerima laporan begitu saja dari para pembantunya.

“Tapi terjun sendiri ke lapangan memantau pekerjaan tersebut, walaupun oleh ada pihak-pihak yang menyebutnya sebagai pekerjaan ‘mandor’,” tuturnya.

Kedua, lanjutnya, Jokowi mampu menginspirasi dan memotivasi semua para pembantunya untuk mencapai visi yang ingin dituju bersama dengan terjun langsung ke lapangan, bukan sekadar memantau serta melihat pekerjaan.

“Disitulah seorang pemimpin menginspirasi dan memotivasi anak buahnya untuk bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mencapai target yang telah dicanangkan,” tegas Ace.

Ketiga, menurut Ace, Jokowi menjadi teladan yang baik bagi para pembantunya. Keteladanan itu sangat penting, bukan hanya banyak bicara, tapi bekerja langsung.

“Hal ini memotivasi mereka untuk ingin terus meningkatkan kemampuan dan kinerja dalam diri mereka,” ujarnya.

Keempat, kata Ace, Jokowi memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi. Sekalipun mengalami hujatan atas kebijakan yang diterapkannya, selagi beliau memiliki keyakinan yang teguh, beliau konsisten menjalankannya dengan sebaik-baiknya.

“Pak Jokowi difitnah dengan hal-hal yang sesungguhnya tidak relevan dengan apa yang dikerjakannya. Namun, Pak Jokowi tangguh dan tetap tegak berdiri bekerja untuk rakyat,” katanya.

Kelima, lanjutnya, Jokowi merupakan pemimpin yang memberdayakan kepada para pembantunya sesuai dengan kapasitas dan kompetensi yang dimilikinya. Memberdayakan itu artinya memberikan kepercayaan kepada anak buahnya untuk bekerja sesuai dengan skema yang disepakati.

“Dengan kepemimpinan yang efektif, Jokowi mampu bekerja dengan baik, di mana torehan berbagai hasil pembangunan, tidak hanya MRT namun juga infrastruktur lainnya seperti jalan tol, bendungan, irigasi, aktivasi Kereta Api yang mangkrak, waduk, tanggul, jalan desa, dan lain-lain menunjukan bahwa dia merupakan pemimpin yang bekerja secara efektif,” ungkapnya.

Tak cukup hanya beretorika, mengkritik, datang ke pasar-pasar menanyakan harga lalu bicara ke media dan menebarkan pesimisme untuk membangun bangsa ini. Jokowi bekerja dengan hati dengan menawarkan solusi untuk kebaikan bangsa.

Ace menilai, pembangunan MRT ini merupakan satu dari sekian banyak prestasi Pak Jokowi untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

“Kita membutuhkan kepemimpinan yang tak hanya pandai bicara menebar janji tapi tanpa bukti. Kita membutuhkan pemimpin yang efektif bekerja untuk rakyat dan melayani dengan hati bukan dengan tangan besi,” tukasnya.

Editor:Hrn
Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.

Kemcer Di Curug Cipeteuy