Nasdem Sayangkan Tindakan Pimpinan PWNU Jatim Menolak Silaturahim Khofifah

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Ketua DPC Partai Nasdem Kota Surabaya, Sudarsono Rachman mengaku merasa geram dengan perilaku pengurus Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Pasalnya Ketua PWNU Jatim, KH Mutawakkil Alallah, dinilai terlalu pilih kasih pada Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan mengabaikan Khofifah Indar Parawansa, yang keduanya merupakan kader NU.

Sebelumnya beredar kabar PWNU Jatim menolak keinginan pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Khofifah-Emil Dardak bersilaturahim ke Kantor PWNU Jatim. Dikabarkan KH Mutawakkil hanya berkenan menerima Timses Khofifah-Emil, dan menolak Khofifah-Emil.

“NU kan didirikan sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, tapi sangat disesalkan jika para tokoh Nahdlatul Ulama terjun langsung untuk mendukung salah satu cagub meski mengatasnamakan pribadi maupun atas nama pesantren,” kata Sudarsono saat dikonfirmasi SERUJI, Ahad (11/2).

Menurut Sudarsono tidak elok para pengurus NU mendukung salah satu calon, walau mengatasnamakan pribadi dan pesantrennya.

“Para tokoh NU itu adalah Rais Syuria maupun pemimpin NU Jatim, akan lebih bijak jika NU dan para tokoh kiai memanggil kedua paslon cagub-cawagub, Khofifah–Emil dan Gus Ipul-Puti untuk mendoakan dan menasehati (keduanya),” ujarnya.

Ia berharap, pengurus PWNU Jatim, mengambil sikap yang tidak berpihak, apalagi kedua calon adalah kader NU.

“Seharusnya sebagai orang tua kan menasehati, apalagi ulama. Menasehati bertarung yang sportif dan bertarung berakhlakul qarimah. Karena bagaimanapun mereka adalah kader terbaik NU, sehingga siapapun yang jadi Jatim 1, tetap kader NU,” ujarnya.

Baca juga: Diduga PWNU Jatim Menolak Silaturahim Khofifah, Ini Kronologinya

Terkait penolakan PWNU Jatim atas keinginan Khofifah-Emil bersilaturahim, mantan Pimpinan IPNU Jatim ini mengakui ia juga mendengar bahwa PWNU Jatim hanya mengizinkan Timses Khofifah-Emil berkunjung ke Kantor PWNU Jatim, dan menolak Khofifah-Emil.

“Kalau berdasarkan informasi yang saya terima dari Gus Hans, bahwa Ketua PWNU Jatim Kiai Mutawakkil melarang Khofifah silaturahim atas saran dari para Kiai. Hal ini tidak adil ketika Gus Ipul mengadakan kegiatan dihadiri seluruh Kiai yang ada di PWNU Jatim. Seharusnya kebijakan tokoh itu apapun alasannya lebih baik tidak satu ya tidak semua,” tegasnya.

Sudarsono menambahkan, bagi dirinya yang dipersoalkan bukan Khofifah maupun Gus Ipul, namun pada permasalahan nama besar Nahdlatul Ulama yang bisa tercoreng akibat perilaku pemimpinnya.

“Apa yang telah dilakukan pemimpin NU sangatlah vulgar dan tidak mendidik bagi kader NU. Setelah ini dan saya hanya ingin pemimpin NU di Jatim geser ke tengah merangkul keduanya dengan mensuport dan mendoakan,” pungkasnya. (Devan/Hrn)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER