Dan, kata Wahyudi, saat ini perempuan hanya membutuhkan ruang untuk berkreasi dalam tataran eksekutif atau legislalatif. Politikus perempuan memiliki kelebihan dalam menjalankan tugas di lembaga pemerintah atau DPRD.
“Dalam konteks pilkada, saya kira Kota Malang yang dikenal sebagai kota pendidikan dan dinamika masyarakatnya sangat bagus, calon perempuan akan mudah diterima, namun tetap memperhatikan kapabilitas dan kemampuannya,” tuturnya.
Kekuatan duo srikandi dalam pilkada juga pernah dimunculkan, yakni Pilkada Kabupaten Malang. Kala itu calon petahana Rendra Kresna harus berjuang dan bekerja keras untuk memenangkan pertarungan melawan pasangan duo srikandi, Dewanti Rumpoko dan Masrifah Hadi, bahkan mampu meraup suara 44 persen dari jumlah pemilih.
Menanggapi munculnya banner dirinya yang disandingkan dengan Ashanty dalam Pilkada Kota Malang mendatang, Ya’qud Ananda Qudban mengaku tidak tahu menahu.
“Saya tidak tahu kalau banner yang bergambar saya bersama Ashanty sudah menyebar dan terpasang di berbagai lokasi,” ucapnya.
Di Kota Malang pun bisa saja terjadi jika duo Ken Dedes yang mulai dimunculkan itu mencalonkan diri dan menghadang laju kekuatan calon petahana yang diusung PKB. (Ant/SU02)
