Menjawab keluhan Abdul, Sandiaga menegaskan bahwa ia dan capres Probowo telah membuat kontak politik untuk menyetop impor gula.
Bahkan kata Sandi, ia telah menandatangani kontrak politik dengan petani tebu di Lumajang beberapa waktu lalu, yang memuat tujuh permintaan petani tebu yang harus dilaksanakan paslon nomor urut 02, jika nanti terpilih dalam Pilpres 2019.
“Kami sudah buat kontrak politik, salah satunya stop impor gula saat panen. Juga akan menghidupkan kembali pabrik gula pemerintah,” kata Sandiaga.
Sandiaga merincikan tujuh kontrak politik yang ia telah tandatangani tersebut, yakni; Stop impor, memberantas mafia pangan, subsidi pupuk, alat-alat pertanian, revitalisasi pabrik gula pelat merah, memberikan kredit lunak dan ringan pada petani tebu, menghapus monopoli penjualan gula serta memperbaiki tata niaga gula.
