Kuasa Hukum: Mestinya Gelar Sidang Etik Perawat Dahulu, Baru Sidang Pidana

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Kuasa hukum Zunaidi Abdillah alias Juned, perawat yang diduga melakukan pelecehan seks terhadap pasien di RS National Hospital, Mohammad Ma’ruf mengatakan semestinya digelar sidang etik terlebih dahulu ketimbang sidang pidana untuk mempermudah penyidikan polisi menyidik kasus tersebut.

“Dua duanya bisa jalan, lebih bagus sidang etik dulu. Di kasus keperawatan kemarin seharusnya begitu. Dan sudah prosedural juga. Harus kode etik dulu, berdua sekaligus juga nggak apa apa. Tapi akan mempermudah polisi, justru sidang kode etik dulu, dari pada nanti memanggil ahli atau saksi ahli,” kata Ma’ruf saat ditemui SERUJI, Senin (5/2).

Menurut pria yang juga Wakil Ketua Kadin Jatim ini, kepolisian belum sama sekali menyentuh pada perkara etik profesi perawat.

“Sejauh ini sidang kode etik belum dijalankan dari pihak kepolisian. Dalam persidangan etik profesi, nantinya akan dibuktikan dahulu melalui audit atau evaluasi prosedur medis,” jelasnya.

Baca juga: Kuasa Hukum Menduga Ada Setting Untuk Mentersangkakan dan Menahan Juned

Dengan begitu, lanjutnya, akan nampak apakah perawat terbukti salah atau tidak.

“Ada yang disebut Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK). Itu harus dibuktikan terlebih dahulu di audit medis, disidang, apakah terbukti salah atau tidak,” pungkas pengacara asal Lamongan ini. (Luh/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close