Kuasa Hukum: Mestinya Gelar Sidang Etik Perawat Dahulu, Baru Sidang Pidana


SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Kuasa hukum Zunaidi Abdillah alias Juned, perawat yang diduga melakukan pelecehan seks terhadap pasien di RS National Hospital, Mohammad Ma’ruf mengatakan semestinya digelar sidang etik terlebih dahulu ketimbang sidang pidana untuk mempermudah penyidikan polisi menyidik kasus tersebut.

“Dua duanya bisa jalan, lebih bagus sidang etik dulu. Di kasus keperawatan kemarin seharusnya begitu. Dan sudah prosedural juga. Harus kode etik dulu, berdua sekaligus juga nggak apa apa. Tapi akan mempermudah polisi, justru sidang kode etik dulu, dari pada nanti memanggil ahli atau saksi ahli,” kata Ma’ruf saat ditemui SERUJI, Senin (5/2).

Menurut pria yang juga Wakil Ketua Kadin Jatim ini, kepolisian belum sama sekali menyentuh pada perkara etik profesi perawat.

“Sejauh ini sidang kode etik belum dijalankan dari pihak kepolisian. Dalam persidangan etik profesi, nantinya akan dibuktikan dahulu melalui audit atau evaluasi prosedur medis,” jelasnya.

Baca juga: Kuasa Hukum Menduga Ada Setting Untuk Mentersangkakan dan Menahan Juned

Dengan begitu, lanjutnya, akan nampak apakah perawat terbukti salah atau tidak.

“Ada yang disebut Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK). Itu harus dibuktikan terlebih dahulu di audit medis, disidang, apakah terbukti salah atau tidak,” pungkas pengacara asal Lamongan ini. (Luh/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Soal Publikasi Reuni 212: Kebebasan Pers di Era Media Sosial

Reuni 212 jelas peristiwa besar, jika dilihat banyaknya massa yang berkumpul. Ia juga jelas peristiwa besar jika dilihat dari tertib dan disiplin massa itu. Namun jelas pula Reuni 212 bukan peristiwa netral.

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.
close