Kasus Novel Belum Juga Terungkap, Presiden Akan Panggil Kapolri

0
67
Novel Baswedan sedang dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara. (foto: istimewa)

BEKASI, SERUJI.CO.ID – Belum terungkapnya pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan, membuat Presiden Jokowi memutuskan akan memanggil Kapolri Jendral Tito Karnivian.

“Nanti Kapolri saya undang, saya panggil,” kata Presiden usai peresmian Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu di Kota Bekasi, Jumat (3/11), menanggapi pertanyaan wartawan terkait kasus Novel.

Jokowi menegaskan bahwa kasus tersebut harus diungkap polisi.

“Yang jelas, semua masalah harus gamblang dan jelas,” tegas Presiden Jokowi.

Sebelumnya Pimpinan KPK juga akan mempertimbangkan mengenai pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap pelaku penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Pertimbangan Pimpinan KPK tersebut dikemukakan usai bertemu mantan pimpinan KPK dan tokoh masyarakat serta pegiat anti-korupsi untuk membicarakan soal pengungkapan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan, pada Selasa, 31 Oktober yang lalu.

Namun karena dalam pertemuan tersebut hanya dua pimpinan KPK yang hadir, maka akan dibicarakan terlebih dahulu dengan pimpinan KPK lainnya.

“Memang diusulkan adanya TGPF. Kami, karena yang menerima hanya dua orang, Pak Laode tidak ada, yang pasti KPK (prinsipnya) ‘collective collegial‘, hasilnya pasti kami akan tanya pimpinan yang lain. Seandainya pimpinan lain setuju, bisa saja KPK mengusulkan ke Presiden untuk membentuk tim ‘independen’,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Jakarta, Selasa (31/10). (ARif R/Hrn)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU