close

Jokowi Ngaku Bapaknya dari Boyolali, Gerindra: Sebelumnya Karanganyar, Mana Yang Benar?

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Politisi Gerindra, Andre Rosiade mengaku heran dengan pernyataan Presiden Jokowi yang mengaku bahwa kedua orang tuanya berasal dari Boyolali. Pasalnya, beberapa bulan lalu Jokowi mengaku bapaknya berasal dari Karanganyar.

“Agak lucu ya beberapa bulan lalu Pak Jokowi bilang bapaknya orang Karanganyar, ibunya orang Boyolali. Lalu di saat ada kasus Boyolali, Pak Presiden bilang bapak dan ibunya orang Boyolali. Kok bisa berubah,” kata Andre di Jakarta, Senin (5/11).

Menurut pria yang juga Juru Bicara di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga ini, pernyataan Jokowi tersebut aneh diucapkan seorang kepala negara.

“Ini berbahaya lho, Urusan bapaknya saja dia bisa berbeda-beda. Apalagi urusan janji sama rakyat,” ujarnya.


Sebelumnya, dalam acara Konsolidasi Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja Provinsi Banten di ICE BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Ahad (4/11), capres nomor urut 01, Jokowi, kembali menepis isu negatif yang dihembuskan pihak tertentu terhadap dirinya. Terutama isu yang menyebut keluarganya sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Isu PKI, bapak saya muslim, kakek muslim. Bisa dicek. Sekarang zaman keterbukaan. Padahal Bapak Ibu saya dari Boyolali, berpolitiklah dengan adab, adat dengan tata krama yang baik,” kata Jokowi dihadapan massa pendukung paslon 01 yang hadir dengan menyebut asal kedua orang tuanya dari Boyolali, Ahad (4/11).

Penelusuran SERUJI, beberapa bulan lalu, tepatnya pada Senin (21/5/2018), saat meresmikan beroperasinya Kereta Api (KA) Minangkabau Ekspres, di Bandara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jokowi menyebut bahwa bapaknya berasal dari Karanganyar.

Pada saat itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan bantahan soal isu negatif bahwa keluarganya adalah keluarga PKI, dan membantah isu yang menyebut dirinya anak Oey Hong Liong, tionghoa dari Singapura.

“Bapak saya dari Kabupaten Karanganyar, ibu saya dari Kabupaten Boyolali. Orang desa semuanya,” ungkap Jokowi, Senin (21/5/2018), sebagaimana dilansir di laman web Sekretarias Kabinet dengan judul berita “Disebut Dirinya Anak Orang Singapura, Presiden Jokowi: Bapak Saya Dari Karanganyar, Ibu Dari Boyolali“. (ARif R)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

11 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Pemungutan Suara Ulang Berpotensi Terjadi di Sekitar 10 TPS Surabaya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Sedikitnya 10 Tempat Pemungutan Suara (TPS)...

Penghitungan dan Rekapitulasi Suara Pemilu 2019 Kota Medan Dimulai Hari Ini

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kota...

Tabrak Satu Mobil dan Empat Motor, Polisi Belum Tetapkan Denny Sebagai Tersangka

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Denny Supari (36), pelaku kecelakaan lalu...

Hingga Kini Tercatat Satu Distrik di Intan Jaya Yang Belum Lakukan Pemungutan Suara

JAYAPURA, SERUJI.CO.ID - Ketua KPU Papua Theodorus Kossay mengakui, hingga...

KPUD Jakarta Percepat “Entri-Pindai” Data Form C1

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta...

Jelang UN SMP, Kemendikbud Minta Ujian Harus Mengutamakan Kejujuran

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP)...

TERPOPULER

Hitung Cepat: Prabowo Menang di 20 Provinsi Namun Kalah Nasional, Begini Perhitungannya

Namun, walau unggul di lebih banyak Provinsi, Prabowo-Sandi secara nasional hanya mampu kumpulkan 45,7 persen suara, masih kalah peroleh suara dari Jokowi-KH Ma’ruf yang unggul di 54,30 persen.

Hitung Cepat: Prabowo Unggul di 20 Provinsi, Jokowi di 14 Provinsi

Terlihat, pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga unggul di 20 provinsi di Indonesia. Sementara pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma'ruf Amin hanya unggul di 14 provinsi yang ada di Indonesia.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Soal Sujud Syukur Prabowo, Begini Pendapat Ketua Bidang Hukum PP Muhammadiyah

Kata Busyro, sujud syukur menjadi tanpa dasar apabila ditujukan untuk merayakan kemenangan, sementara hasil resmi pemilu dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum diumumkan.