Ini Peta Persaingan Khofifah dengan Gus Ipul dari Amatan Indonesia Indicator

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Sebuah perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak Artificial Intelligence, Indonesia Indicator (I2) menyebutkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf – Puti Guntur dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto bersaing ketat.

“Head to head antara dua pasangan kandidat yang bertarung dalam ajang Pilkada Jatim itu sangat ketat. Keduanya sama-sama kuat dan masing-masing memiliki bintang untuk generasi milenial yang membuat situasi pilgub terus menggeliat. Ditambah lagi dengan perang survei dengan hasil yang bervariasi,” Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2) Rustika Herlambang, di Jakarta, Rabu (11/4).

Menurut dia, ketatnya persaingan ini juga dilihat dari isu-isu terbesar yang menjadi perhatian media. Dukungan kiai atau tokoh agama menjadi salah satu isu terbesar di Jatim, selain perang klaim survei.

Seperti diketahui, dari lima survei yang dilakukan dalam waktu yang bersamaan terdapat perbedaan pemenang. Pollmark, Indo Barometer, Charta Politika mengunggulkan Gus Ipul, sementara Litbang Kompas dan Poltracking memenangkan Khofifah.

Dari seluruh pemberitaan dua paslon cagub-cawagub Jatim tersebut, pasangan Gus Ipul-Puti unggul dalam pemberitaan di media online dengan 3.207 berita atau mencapai 52 persen. Sedangkan, pemberitaan tentang Khofifah-Emil di media daring mencapai 2.916 atau 48 persen.

“Dalam pemetaan pemberitaan di berbagai daerah terlihat kontestasi yang cukup ketat. Di media online, Saifullah Yusuf masih memimpin sebagai top influencer. Dari sisi sentimen, Syaifullah-Puti mendapat 10 persen sentimen negatif, sementara Khofifah-Emil sebesar 13 persen di antaranya karena adanya kampanye hitam yang sempat ditujukan,” ujar Rustika.

Media Sosial Indonesia Indicator juga mencatat tingginya dukungan dan antusiasme netizen pada Pilgub Jatim 2018. Kompetisi antara kedua pasangan di medsos twitter cukup menarik perhatian netizen, meski kali ini jumlah percakapannya tidak lagi ‘head-to head”.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BUMN, Pseudo CEO, dan Efek Negatifnya

vonis hakim menunjukkan bahwa sejatinya Karen bukan direktur sesungguhnya. Bukan direktur utama yang sesungguhnya. Bukan CEO. Karen hanyalah seorang direktur semu. Seorang direktur-direkturan.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.