Gerindra Dukung La Nyalla Maju Pilgub Jatim 2018

SURABAYA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra mendukung Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur La Nyalla M Mattalitti maju sebagai salah seorang kandidat di Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur.

“Sosok La Nyalla sendiri bagi Gerindra bukan orang lain. Apalagi jasa beliau ini terhadap Pak Prabowo saat Pemilu presiden lalu sangat luar biasa,” ujar Wakil Ketua umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono usai buka bersama di Kantor Kadin Jatim di Surabaya, Senin (19/6).

Menurut Ferry, Partai Gerindra sangat menghormati semangat dari La Nyalla M Mattalitti yang berencana maju di Pilkada Jatim pada 27 Juni 2018 tersebut.

“Hal ini adalah sesuatu yang penting, ada orang yang punya keberanian untuk mengabdi kepada masyarakat supaya tidak terpaku pada sosok itu-itu saja,” ucapnya.

Menurut dia, La Nyalla dikenal cukup dekat dengan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, yaitu sejak Pilpres 2009 ikut membantu pemenangan pasangan Megawati-Prabowo (Mega-Pro), kemudian Pilpres 2014 ikut andil mendulang suara untuk pasangan Prabowo-Hatta.

Ferry menerangkan, kehadirannya di acara buka puasa bareng Kadin Jatim, Muspida Jatim, dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim serta anak yatim, untuk menghadiri undangan Ketua Kadin Jatim La Nyalla, yang berniat maju sebagai Calon Gubernur Jatim.

“Kami sebagai sahabat dan meneruskan pesan ke Pak Prabowo Subianto, supaya kita tidak boleh melupakan kebaikan orang yang telah berbuat baik kepada kita. Saya menganggap Pak Nyalla bukan orang lain dari Partai Gerindra. Karena perjuangan beliau, terutama pada saat Pemilu Presiden, dua kali pemilu presiden, Pak La Nyalla banyak berkorban, berjuang, membantu pemenangan Pak Prabowo. Oleh karena itu, karena beliau punya hajat niat, saya hadir untuk membalas kebaikan tersebut, sekaligus memberikan dukungan moril kepada Pak La Nyalla, untuk menjadi pertimbangan,” tuturnya.

La Nyalla Dinilai Cagub Berani Menghadapi Mafia Kartel

DPP Partai Gerindra mengaku sudah mempelajari 10 tahun kepemimpinan Soekarwo-Saifullah Yusuf yang sudah cukup berhasil memimpin Jatim, seperti masalah listrik, fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Namun demikian, kata Ferry, masalah yang dihadapi Jawa Timur, berdasarkan hasil survei, masyarakat Jatim sekarang membutuhkan sosok pemimpin yang mampu mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok.

“Harga-harga kebutuhan pokok, itu relatif masih tinggi. Dan untuk bisa menurunkan harga kebutuhan pokok dan sesuai dengan daya beli masyarakat yang sedang turun, itu membutuhkan sosok seperti Pak Nyalla, yang berani menghadapi mafia-mafia, kartel-kartel barang-barang yang selama ini dikuasai sekelompok atau segelintir pengusaha,” tuturnya.

Nyalla juga dinilai sebagai sosok yang memahami dan secara praktek serta keberanian untuk melakukan pemecahan masalah.

“Supaya harga kebutuhan pokok terjangkau untuk masyarakat Jawa Timur,” katanya.

Permasalahan kedua yang dihadapi Jawa Timur yakni, penciptaan lapangan pekerjaan sekaligus juga untuk mengurangi pengangguran.

“Dua hal pokok ini, pengendalian harga kebutuhan pokok dan penciptaan lapangan pekerjaan, adalah membutuhkan sosok yang punya rekam jejak, pengalaman, dedikasi sebagai wirausaha. Sosok ini hanya ada di Pak La Nyalla dibandingkan dengan tokoh-tokoh lain yang selama ini sudah dimunculkan beberapa lembaga survei,” jelasnya.

Sementara itu, Gerindra sendiri dalam dinamika politik Jatim juga akan tetap membangun pembicaraan dengan partai-partai lain karena hanya memiliki 13 kursi atau kurang tujuh kursi agar mampu mengusung pasangan calon sendiri.

“Beberapa partai sudah menjalin komunikasi adalah PKS, PAN bahkan Perindo siap ikut bergabung meski belum punya suara,” pungkasnya. (IwanY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Menggugat Kepedulian Mahasiswa Atas Nasib Bangsa

Publik saat ini bertanya-tanya, apakah Mahasiswa Indonesia dan juga Organisasi Mahasiswa terutama yang bersifat eksternal kampus seperti HMI, GMKI, GMNI,PMKRI, PMII, IMM, KAMMI dan berbagai Ormawa lainnya masih ada?

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER