FPI Sampaikan Duka Cita Atas Jatuhnya Lion Air JT 610 di Perairan Karawang

2
64
  • 54
    Shares
KH Shobri Lubis
Ketua Umum FPI, KH Ahmad Shabri Lubis, di kantor MUI, Jakarta, Rabu (22/11/2017). (foto:Achmad/SERUJI)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Jatuhnya pesawat Lion Air dengan Nomor Penerbangan JT 610 di perairan Karawang, Senin (29/10) pagi, telah menimbulkan duka tidak saja bagi keluarga penumpang yang jadi korban, tapi juga dari berbagai pihak yang bersimpati atas peristiwa tersebut.

Pesawat yang dijadwalkan menerbangi rute penerbangan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten menuju Bandara Pangkal Pinang, diperkirakan jatuh setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 06.21 WIB.

Front Pembela Islam (FPI) lewat siaran persnya yang diterima SERUJI, Senin (29/10) siang menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut.

Loading...

“DPP Front Pembela Islam, dan DPP Hilal Merah Indonesia, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, atas musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610,” tulis DPP FPI dalam siaran persnya.

Baca juga: Bodi Lion Air JT 610 Belum Ditemukan, Basarnas: Baru Serpihan di Permukaan

Dalam siaran pers tersebut, FPI secara khusus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga besar Lion Air, yang selama ini telah berkontribusi besar dalam membantu FPI dalam penanganan bencana gempa bumi di Lombok dan di Palu, Sulteng.

“Secara khusus kami sampaikan belasungkawa kepada Keluarga Besar Lion Air, yang selama penanganan bencana gempa bumi di Lombok dan Palu, telah memberikan kemudahan bagi FPI dalam mengirimkan logistik maupun menerbangkan relawan HILMI,” kata FPI dalam rilis tersebut.

FPI juga mendoakan seluruh penumpang yang jadi korban dalam penerbangan tersebut. “Semoga Allah SWT memberikan ketabahan dan kekuatan, khususnya kepada keluarga yang ditinggal. Aamiin Yaa Rabbal’alamin,” tutup FPI.

Baca juga: Basarnas: Lion Air JT 610 Rute Jakarta-Pangkal Pinang Jatuh di Perairan Karawang

Diberitakan sebelumnya, Lion Air nomor penenerbangan JT-610 mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pukul 06:20 WIB menuju Pangkalpinang. Setelah 13 menit mengudara pesawat jatuh di koordinat S 5’49.052″ E 107′ 06.628″ (sekitar Karawang)

Pesawat mengangkut 179 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak, dan dua penumpang bayi, termasuk dalam penerbangan ini ada tiga pramugari sedang pelatihan dan satu teknisi. Total ada 189 orang dalam pesawat tersebut berikut awak pesawat.

Pesawat dengan registrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8. Pesawat ini buatan 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018 . Pesawat dinyatakan laik operasi.

(ARif R)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU