FPI Sampaikan Duka Cita Atas Jatuhnya Lion Air JT 610 di Perairan Karawang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Jatuhnya pesawat Lion Air dengan Nomor Penerbangan JT 610 di perairan Karawang, Senin (29/10) pagi, telah menimbulkan duka tidak saja bagi keluarga penumpang yang jadi korban, tapi juga dari berbagai pihak yang bersimpati atas peristiwa tersebut.

Pesawat yang dijadwalkan menerbangi rute penerbangan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten menuju Bandara Pangkal Pinang, diperkirakan jatuh setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 06.21 WIB.

Front Pembela Islam (FPI) lewat siaran persnya yang diterima SERUJI, Senin (29/10) siang menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut.

“DPP Front Pembela Islam, dan DPP Hilal Merah Indonesia, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, atas musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610,” tulis DPP FPI dalam siaran persnya.

Baca juga: Bodi Lion Air JT 610 Belum Ditemukan, Basarnas: Baru Serpihan di Permukaan

Dalam siaran pers tersebut, FPI secara khusus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga besar Lion Air, yang selama ini telah berkontribusi besar dalam membantu FPI dalam penanganan bencana gempa bumi di Lombok dan di Palu, Sulteng.

“Secara khusus kami sampaikan belasungkawa kepada Keluarga Besar Lion Air, yang selama penanganan bencana gempa bumi di Lombok dan Palu, telah memberikan kemudahan bagi FPI dalam mengirimkan logistik maupun menerbangkan relawan HILMI,” kata FPI dalam rilis tersebut.

FPI juga mendoakan seluruh penumpang yang jadi korban dalam penerbangan tersebut. “Semoga Allah SWT memberikan ketabahan dan kekuatan, khususnya kepada keluarga yang ditinggal. Aamiin Yaa Rabbal’alamin,” tutup FPI.

Baca juga: Basarnas: Lion Air JT 610 Rute Jakarta-Pangkal Pinang Jatuh di Perairan Karawang

Diberitakan sebelumnya, Lion Air nomor penenerbangan JT-610 mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pukul 06:20 WIB menuju Pangkalpinang. Setelah 13 menit mengudara pesawat jatuh di koordinat S 5’49.052″ E 107′ 06.628″ (sekitar Karawang)

Pesawat mengangkut 179 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak, dan dua penumpang bayi, termasuk dalam penerbangan ini ada tiga pramugari sedang pelatihan dan satu teknisi. Total ada 189 orang dalam pesawat tersebut berikut awak pesawat.

Pesawat dengan registrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8. Pesawat ini buatan 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018 . Pesawat dinyatakan laik operasi.

(ARif R)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

Ditengah Merapatnya Prabowo ke Jokowi, Sandiaga “Deklarasi” Kembali ke Gerindra

Sandiaga Uno yang sebelum Pilpres 2019 menyatakan keluar dari Partai Gerindra untuk berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2019, hari ini Selasa (15/10) menyatakan kembali ke partai asalnya tersebut.

Anda Penderita Tukak Lambung? Catat, Inilah Obat Pengganti Ranitidin Yang Telah Ditarik

Dari laman resmi BPOM yang diakses di Jakarta, Selasa (15/10), menyebut obat dengan Ranitidin saat ini ditarik secara sementara karena diduga mengandung cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang memicu kanker (karsinogenik).

Sesuai Anjuran Anies, Pemkot Jaktim Siapkan Trotoar Jatinegara Untuk Berdagang PKL

Pemerintah Kota Jakarta Timur saat ini sedang menyiapkan area trotoar di kawasan Jatinegara sebagai area bagi pedagang kaki lima (PKL). Hal ini dilakukan sesuat dengan permintaan Gubernur Anies Baswedan.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi