SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Beredar kabar pengurus Pimpinan Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menolak keinginan pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak untuk bersilaturahim ke Kantor PWNU Jatim. Diduga hal ini terkait santernya kabar bahwa Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah lebih memilih memberikan dukungan pada Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno.
Ketua Tim sukses Khofifah–Emil, M Roziqi menceritakan bahwa pada bulan Januari lalu, KH Mutawakkil Alallah telah membuat wacana untuk mengumpulkan kedua paslon dalam Pilgub Jatim 2018 di Kantor PWNU, untuk bersilaturahim dan berdiskusi.
“Dengan adanya wacana itu, kemudian Khofifah berbincang dengan saya kalau ingin silaturahim ke sana (PWNU Jatim, red). Saya bilang ya monggo. Selanjutnya kita minta kepada Juru Bicara Timses Khofifah-Emil, Gus Han, untuk berkomunikasi ke PWNU,” jelas Roziqi saat dikonfirmasi SERUJI, Ahad (11/2) sore.
Mantan Kepala kanwil Kemenag Jatim ini menjelaskan, sebelum berkomunikasi ke PWNU, Gus Han menanyakan soal surat yang akan disampaikan ke PWNU Jatim terkait keinginan Khofifah-Emil untuk bersilaturahim.
“Gus Han konfirmasi saya melalui telephon, bilang apakah tidak pakai surat, saya jawab lo kok pakai surat. Namun tetap saya koordinasi dengan Khofifah kalau menggunakan surat. Terus cagub itu (Khofifah, red) menjawab ‘ya dibuatkan surat tidak apa-apa’,” beber Roziqi.
Baca juga: Jadi Timses, Pengurus PW NU Jatim Diminta Lepas Jabatan
Setelah surat dibuat, lanjut Roziqi, ia sendiri yang langsung mengantarkan ke PWNU Jatim tanpa lewat kurir yang biasa digunakan, karena ingin menghormati para sesepuh di PWNU Jatim.
“Akhirnya Gus Han memperoleh laporan (setelah surat dikirim, red), dan kembali hubungi saya kalau pak kiai (KH Mutawakkil) bilang yang diterima untuk berkunjung silaturahim ke kantor PWNU hanya Tim Suksesnya saja, Khofifah–Emil tidak diperkenankan hadir,” ungkap Roziqi.

Alhamdulillah.. ada CAGUB yang taat pada keputusan Kiai & ada CAGUB yang tidak taat pada keputusan para Kiai tentang NU harus satu suara & agar suara NU tidak terpecah belah pada pilkada JATIM.
Harapan ya pak..
http://koran-sindo.com/page/news/2017-05-22/5/62/Kiai_Sepuh_Ingin_Suara_NU_Utuh_untuk_Siapa_
seandainya Mbak Yenni Wahid mau dicalonkan Gerindra juga bisa.. Tapi beliau gak mau.. Karena taat pada keputusan para Kiai..
Kiyai yg mn??? Dulu jgn” kiyai yg doyan duwek
Wkwkwk… Koq kayak cacing kepanasan…
Junjungan Brewok aja milih Gus Ipul.. wkwkwkwk..
Hhhhhaaaaa kyai jual akidah
Ditolak tidak apa2 yg penting tidak ditolak rakyat.. Karena rakyat sudah paham
paham apa mas
Milih bu khofifah..
Paham bkn pilih calon dr banteng.
UAS donk
Tabayun dulu…jgn menjustic…blm tentu benar,
WELEH WELEH…….