Datangi Pasar Cihaurgeulis, Jokowi Bandingkan Harga Sejumlah Produk

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi yang juga calon presiden untuk masa jabatan mendatang, menyambangi Pasar Cihaurgeulis, Bandung, untuk membandingkan harga sejumlah produk.

“Saya membandingkan pasar di Tangerang, pasar di Bogor, pasar di Bandung harga semuanya sama,” kata Jokowi usai jalan pagi di Hari Tanpa Kendaraan, di Jalan Ir H Djuanda, Bandung, Ahad (11/11) pagi.

Jokowi blusukan ke dalam pasar becek yang berada di Jalan Suci itu selama sekitar 40 menit menyapa sejumlah pedagang diantaranya pedagang sayur, dan pedagang daging.

Dia sebelumnya juga blusukan ke Pasar Bogor di Jalan Surya Kencana, Pasar Anyar, di Tangerang, dan mendapati sejumlah harga yang sama dari beberapa produk seperti satu ikat kangkung Rp2.000, satu ikat daun singkong Rp2.000 dan telur ayam per kilogram pada kisaran Rp20.000-Rp22.000.

“Cabe Rp40.000-an. Dulu pernah sampai Rp80.000-an. Sekarang pada stabil. Memang tidak bisa kita menghendaki harga cabe sampai Rp10.000, harga bawang sampai Rp5.000. Petaninya yang kasihan,” ujar Jokowi.

Menurut dia, pemerintah berupaya untuk menjaga keseimbangan harga komoditas pada posisi yang normal, sehingga petani dan konsumen sama-sama mendapat haknya.

Terkait pembenahan pasar yang masih berkondisi becek, Jokowi berharap pemerintah kota dapat membenahi agar lokasi pasar bersih, rapi, dan tidak bau.

“Saya kira semua pasar tradisional arahnya ke sana. Saat ini ada 2.500 pasar yang sudah kami bangun itu di kota dan kabupaten. Tapi pasar desa juga lebih dari 5.000 yang kami bangun,” ujar Jokowi. (Ant/SU01)

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER